Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Convergys: Kami Bukan Perusahaan Israel

Convergys: Kami Bukan Perusahaan Israel


- detikInet

Jakarta - Petinggi Convergys akhirnya buka suara soal kepemilikan dan basis negara asal perusahaan itu dibentuk. Penyedia billing system software ini mengaku tak memiliki sangkut-paut dengan negara Israel.

Surat pernyataan klarifikasi yang ditandatangani Alan Koay, Director Client Management Asean Convergys yang berbasis di Singapura, membantah semua rumor yang menyebutkan perusahaannya memiliki afiliasi dengan negara Yahudi tersebut.

"Convergys adalah sebuah perusahaan Amerika Serikat yang didirikan dan bermarkas pusat di negara bagian Ohio, Cincinnati," demikian isi surat pernyataan dari perusahaan tersebut yang diterima detikINET, Jumat (22/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa Convergys merupakan unit bisnis usaha yang dibentuk Cincinnati Bell, salah satu operator telekomunikasi di Amerika Serikat, untuk mengembangkan sistem catatan tagihan pelanggan.

Convergys yang saat ini tengah ikut tender senilai Rp 1,2 triliun untuk pengadaan billing system di Telkomsel, turut menyertakan dokumen lampiran berisi nama petinggi dan direksinya berdasarkan laporan tahunan perusahaan yang dilegalisir oleh US Securities and Exchange Commision.

Menurut Alan Koay, Convergys telah cukup lama berkiprah di Indonesia. Perusahaan ini katanya telah menjadi penyedia system billing layanan pasca bayar Kartu Halo Telkomsel pada tahun 2001.

Convergys juga menyediakan sistem tagihan untuk kartu prabayar Simpati dan Kartu As Telkomsel pada tahun 2004. "Saat itu pelanggan Telkomsel hanya 16 juta, sejak menggunakan sistem kami, pelanggan Telkomsel kini hampir 90 juta."

Selain itu juga disebutkan bahwa klien Convergys bukan hanya Telkomsel, namun juga Telkom, Indosat serta Hutchison CP Telecom. "Kalau ditotal berdasarkan jumlah pelanggan operator yang kami layani, market share kami di Indonesia mencapai 40% lebih."

Convergys sebelumnya dirumorkan sebagai salah satu perusahaan yang memiliki hubungan kepemilikan dengan Israel. Selain perusahaan ini, ada beberapa nama perusahaan lain yang juga ikut disinyalir ada hubungan dengan negara itu.

Antara lain Shiron dan Gilat dalam perangkat VSAT, Alvarion untuk perangkat Wimax 3,3 GHz, dan terakhir Amdocs yang juga ikut tender di Telkomsel. Amdocs sendiri melalui Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia telah mengklarifikasi rumor tersebut.
(rou/faw)







Hide Ads