Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kenapa XL 'Kecanduan' Ponsel Bundling?

Kenapa XL 'Kecanduan' Ponsel Bundling?


- detikInet

Jakarta - Walaupun tidak menambah jumlah pelanggan secara signifikan, namun XL tetap getol jualan ponsel bundling. Apa sebab?

Ponsel bundling sejatinya tidak mendongkrak penambahan pelanggan. Penambahan pelanggan dari bundling dengan ponsel Cina ini hanya menambah kurang dari 3 persen pelanggan baru.

"Kalau dibilang menambah jumlah pelanggan secara signifikan tidak juga. Kecil lah, kurang dari 3 persen," ungkap GM Sales XL Central Region, Bambang Parikesit kepada detikINET, Jumat (30/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu apa yang membuat XL mempertahankan skema bundling? Rupanya ARPU pelanggan yang memiliki ponsel bundling itu lebih dari Rp 100 ribu. Angka ini jauh berbeda dengan ARPU pelanggan reguler yang hanya berkisar diangka Rp 33 ribu.

"Karena ponsel bundling yang sekarang ini kebanyakan dual sim card. Dan biasanya mereka yang beli itu bukan orang yang baru pertama kali punya ponsel. Tapi mereka yang sudah punya tapi mau punya lagi," terang pria berbadan tegap ini.

Bambang juga mengaku dengan bundling, rasio pelanggan yang bertahan mempergunakan layanannya mencapai 70 persen.

"Lumayan karena 70 persen pembeli ponsel bundling ini akan tetap mempertahankan nomernya. Artinya kita akan memiliki pelanggan yang loyal. Ya, orang kalau sudah tahu enaknya pakai XL pasti akan tetap mempertahankan nomer XL-nya," katanya berpromosi.

Sebelumnya XL mengandeng Nexian, HT Mobile, dan TiPhone yang digandeng untuk paket bundlingnya. Dengan fitur dan penampilan menyerupai Blackberry, TiPhone T87 laris manis di hari perdananya.
(afz/faw)





Hide Ads