Ponsel bundling sejatinya tidak mendongkrak penambahan pelanggan. Penambahan pelanggan dari bundling dengan ponsel Cina ini hanya menambah kurang dari 3 persen pelanggan baru.
"Kalau dibilang menambah jumlah pelanggan secara signifikan tidak juga. Kecil lah, kurang dari 3 persen," ungkap GM Sales XL Central Region, Bambang Parikesit kepada detikINET, Jumat (30/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ponsel bundling yang sekarang ini kebanyakan dual sim card. Dan biasanya mereka yang beli itu bukan orang yang baru pertama kali punya ponsel. Tapi mereka yang sudah punya tapi mau punya lagi," terang pria berbadan tegap ini.
Bambang juga mengaku dengan bundling, rasio pelanggan yang bertahan mempergunakan layanannya mencapai 70 persen.
"Lumayan karena 70 persen pembeli ponsel bundling ini akan tetap mempertahankan nomernya. Artinya kita akan memiliki pelanggan yang loyal. Ya, orang kalau sudah tahu enaknya pakai XL pasti akan tetap mempertahankan nomer XL-nya," katanya berpromosi.
Sebelumnya XL mengandeng Nexian, HT Mobile, dan TiPhone yang digandeng untuk paket bundlingnya. Dengan fitur dan penampilan menyerupai Blackberry, TiPhone T87 laris manis di hari perdananya.
(afz/faw)