Basis produksi untuk perangkat teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Acces besutan TRG, yang menggandeng Tranzeo dari Kanada untuk joint development
tersebut, dilakukan di Pulau Batam. Di pulau itu, TRG menggandeng Siix Electronic Indonesia (SIIX) dan Sanwa untuk manufaktur perangkatnya.
"Kapasitas produksi tahap awal sebesar 80 base station dan 4.000 modem terminal pelanggan atau costumer premises equipment (CPE)," kata Direktur TRG, Gatot Tetuko, di sela kunjungan pabrik Wimax tersebut di Batam Industrial Park, Kamis (29/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wimax, menurut Gatot, adalah teknologi komunikasi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita lebar dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat yang mampu mencapai 75 Mbps. Namun pada kondisi sebenarnya, lanjut dia, pelanggan bisa mendapatkan total 10 Mbps untuk mengunduh (download) dan mengunggah (upload).
Mulai November 2009 nanti, pemerintah akan mengeluarkan izin prinsip Wimax kepada delapan operator yang memenangkan tender penyelenggaraan BWA pada spektrum 2,3 GHz. Sejak itu, operator Wimax akan diwajibkan membangun selama setahun di wilayahnya sebelum mengkomersilkannya pada November 2010 mendatang.
"Sejalan dengan itu, kapasitas produksi yang kita miliki bisa ditingkatkan dua kali lipat lebih sesuai dengan permintaan pasar," kata Gatot.
Ia menjelaskan, jika operator mulai menggelar jaringan Wimax, maka kapasitas produksi pada tahun 2010 bisa diproyeksikan sebanyak 200 base station dan 10.000 CPE
per bulan. Sedangkan pada 2011 kemampuan produksi dapat ditingkatkan menjadi 400 BTS dan 20.000 CPE per bulan.
Β Β Β
Untuk mengembangkan Wimax tersebut, TRG membangun jalur perakitan (assembly line) di Batam, masih bekerjasama dengan SIIX. Sebelumnya, Presiden Direktur TRG, Sakti Wahyu Trenggono menuturkan, investasi yang disediakan untuk assembly line di Batam mencapai Rp 60 miliar.
Β Β Β Β
Menurutnya, regulasi dari pemerintah sangat mendukung keberadaan perangkat lokal untuk digunakan. "Jadi, sekarang saatnya berproduksi untuk mencapai skala ekonomis," ujar Trenggono, demikian ia biasa disapa.
Lebih lanjut dijelaskan, produk wimax TRG sudah memiliki reliabilitas karena sudah melalui serangkain ujicoba final oleh LIPI, RISTI Telkom, dan Indolab. Trenggono juga meninformasikan, bahwa TRG sudah mendapat pesanan perangkat wimax dari Telkom dan Indosat melalui anak perusahaannya.
(rou/faw)