Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
XL Siapkan Alternatif Jaringan SLI

XL Siapkan Alternatif Jaringan SLI


- detikInet

Jakarta - Excelcomindo Pratama (XL) menyatakan siap menyediakan jaringan serat optik dengan kapasitas yang sangat besar untuk memperoleh lisensi sambungan langsung internasional (SLI).

Menurut Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, pihaknya akan menyediakan kapasitas jaringan serat optik dan sentra gerbang internasional (SGI) seperti yang diminta pemerintah dengan beragam alternatif.

"Ada beberapa kemungkinan. Bisa seperti Bakrie Telecom, bangun sendiri, sewa, sama beli sebagian punya perusahaan lain. Yang penting ada kapasitasnya. Kalau bangun dan urut kabel optik sendiri buat apa," ujarnya kepada detikINET, Senin (14/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pemilik lisensi baru SLI setelah Indosat dan Telkom, Bakrie Telecom diharuskan membuat satu landing point di Batam, rute jaringan internasional, pembangunan jaringan Internet Exchange (IIX) melalui serat optik, serta penyediaan jaringan transmisi antarSGI.

Untuk wilayah layanan pada lima tahun pertama adalah Indonesia Bagian Barat yang meliputi Jawa, Sumatera, dan Kepulauan Riau melalui SGI Jakarta dan Indonesia bagian timur melalui SGI Surabaya.

Sedangkan pada lima tahun kedua diharuskan membangun satu landing point di kota Kupang dengan rute jaringan internasional menuju Kota Darwin, Australia.

Menurut Hasnul, soal penyediaan kapasitas jaringan SLI, XL juga bisa membeli sebagian kapasitas serat optik Surabaya-Hong Kong yang dimiliki oleh pengusaha Dahlan Iskan. "Dari 16 core milik mereka, bisa kita beli seperempatnya. Satu core saja bisa banyak lamda, dan satu lamda itu sangat besar sekali kapasitasnya," jelasnya.

Soal kapasitas sentra gerbang, Hasnul juga bilang XL telah memiliki SGI di Jakarta, Bali, dan Sulawesi. Sementara untuk kabel optik, perusahaan itu punya jalur Sumatera, Jawa, Kalimantan melalui Batam Rengit Submarine Cable (BRSC). "Kami juga siap jika diminta bangun di kawasan timur Indonesia, asalkan ada trafiknya," sebut dia.

Mantan dirut Indosat ini menjelaskan, investasi yang dikeluarkan untuk membangun seluruh kapasitas jaringan SLI ini tidak sebesar beberapa waktu lalu.

"Yang mahal sekarang bukan di SGI tapi di backbone. Kalau dulu untuk SGI harganya bisa US$ 12 juta, sekarang SGI cukup di ujung saja tinggal pakai software multiplexer, MSC (mobile switching center) dan server ke link internasional," tandasnya.

(rou/wsh)





Hide Ads