Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Impor Paralel BlackBerry Gemini Belum Dapat Izin

Impor Paralel BlackBerry Gemini Belum Dapat Izin


- detikInet

Jakarta - Pemerintah masih membekukan sertifikat impor milik 47 distributor ponsel BlackBerry yang ada di Indonesia. Jika belum juga membangun pusat layanan purna jual pelanggan, berarti importir paralel ini tidak boleh memboyong varian terbaru Gemini.

Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, menuturkan pemerintah sejauh ini hanya mencabut pembekuan sertifikat A milik Research in Motion (RIM) selaku produsen prinsipal BlackBerry.

"Sementara izin untuk para importir paralel masih kami bekukan. Mereka juga
harus membangun service center meski tidak sebesar milik RIM," ujarnya di gedung Depkominfo, Jakarta, Selasa malam (8/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tegas ini memang harus diambil Depkominfo, kata Gatot. Sebab, untuk raksasa sebesar RIM saja pemerintah berani membekukan izin impornya, apalagi cuma sebatas importir paralel.

Sejak keran impor BlackBerry dibuka kembali, keempat operator yang jadi mitra resmi RIM, yakni Indosat, Telkomsel, Excelcomindo Pratama (XL) dan Natrindo Telepon Seluler (Axis) dilaporkan telah mulai mengajukan perizinan baru di Ditjen Postel.

Para pemilik sertifikat B tersebut, sudah tak sabar untuk memesan perangkat terbaru BlackBerry, yakni Gemini, untuk dipasarkan pasca Idul Fitri mendatang. Tiap operator, katanya akan mengorder barang minimal 20 ribu unit.

Varian Gemini yang rencananya dibanderol dengan harga sekitar Rp 3 juta diyakini akan mendongkrak jumlah pengguna BlackBerry di Indonesia. Saat ini, pelanggan layanan BlackBerry dari empat operator mitra RIM tersebut telah lebih dari 400 ribu pelanggan.


(rou/rou)





Hide Ads