Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Mohammad Ridwan Effendi mengungkapkan soal penemuan kanal tersembunyi itu kepada detikINET, Selasa (1/9/2009).
"Kami menemukan kanal 1019 ini berdasarkan analisa, kajian, referensi dan masukan dari banyak pihak. Mulai dari operator telekomunikasi, ITU (International Telecommunication Union/otoritas telekomunikasi dunia), sampai Qualcomm (produsen chipset CDMA)," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spektrum 800 MHz sendiri saat ini ditempati oleh empat operator, yakni Telkom dengan Bakrie Telecom (Btel), dan Indosat beserta Mobile-8 Telecom. Spektrum frekuensi itu sendiri tadinya cuma dikira punya total 14 kanal. Masing-masing pasangan operator dapat alokasi tujuh kanal.
Alokasi kanal terbanyak ada di Mobile-8, yang menggunakan empat kanal--dua untuk seluler Fren, satu untuk FWA Hepi, dan satu untuk EVDO Mobi. Sementara pasangannya, Indosat cuma kebagian dua kanal setelah FWA StarOne miliknya mengungsi dari 1900 MHz yang diharus dikosongkan untuk 3G.
Sedangkan Telkom dan Btel masing-masing menguasai tiga kanal. Telkom untuk FWA Flexi, Btel untuk FWA Esia, Wifone dan internet akses Wimode. Sehingga total ada sisa dua kanal, yakni kanal 160 dan 548, yang memisahkan masing-masing pasangan frekuensi operator itu.
Dengan ditemukannya kanal tersembunyi 1019, itu artinya ada tiga kanal tersisa di 800 MHz. Jika dua kanal sisa sebelumnya sudah tak lagi bisa diperebutkan- -karena untuk pita penjaga atau guard band, maka satu kanal nyempil ini sangat mungkin untuk diperebutkan. Akan jadi punya siapa, Telkom, Btel, Indosat, atau Mobile-8? (rou/faw)