Menurut juru bicara konsorsium Rakhmat Djunaidi, dari tiga anggota konsorsium yang tersisa, hanya Telkom sendiri yang akan memulai pembangunan kabel tersebut di wilayah Mataram-Kupang.
"Baru kemudian pas Desember akhir seluruh konsorsium yang membangun di bagian atas Sorong," ujarnya saat ditemui di Wisma Bakrie, Jakarta, Rabu (26/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dihitung dengan survei dan pembangunannya, proyek ini mungkin baru kelar setelah dua tahun. Kenapa lama, karena pembangunan kabel laut tidak semudah kabel darat. Apalagi ini panjangnya ribuan kilometer," tandas Rakhmat.
Palapa Ring sendiri merupakan megaproyek membangun tulang punggung (backbone) serat optik internasional yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di KTI.
Proyek yang semula membutuhkan biaya sekitar US$ 225 juta itu terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable).
Namun seiring bergugurannya anggota konsorsium, biaya pembangunan yang disiapkan menyusut jadi US$ 150 juta. Dana ini merupakan urunan dari Telkom US$ 90 juta, Indosat US$ 30 juta, dan Bakrie Telecom US$ 30 juta. (rou/faw)