Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tim Cook Ungkap 'Dosa Terbesar' Selama 15 Tahun Pimpin Apple

Tim Cook Ungkap 'Dosa Terbesar' Selama 15 Tahun Pimpin Apple


Adi Fida Rahman - detikInet

CEO Apple Tim Cook
Tim Cook Ungkap 'Dosa Terbesar' Selama 15 Tahun Pimpin Apple Foto: Forbes
Jakarta -

CEO Tim Cook akhirnya buka suara soal kesalahan terbesarnya selama memimpin Apple hampir 15 tahun. Dalam sebuah pertemuan internal (town hall) terbaru, ia menyebut peluncuran Apple Maps pada 2012 sebagai "kesalahan besar pertama" yang paling membekas dalam kariernya.

Pengakuan itu disampaikan Cook tak lama setelah Apple mengumumkan transisi kepemimpinan. Ia akan mundur dari posisi CEO pada 1 September 2026 dan beralih menjadi Executive Chairman. Kursi CEO selanjutnya akan ditempati John Ternus, sosok teknis yang selama ini menjabat Senior Vice President Hardware Engineering.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut laporan berbagai media, Cook mengingat kembali momen ketika Apple Maps dirilis dalam kondisi belum matang. Ia mengakui perusahaan saat itu terlalu percaya diri dengan hasil pengujian internal.

"Produknya belum siap, dan kami mengira sudah cukup baik karena pengujiannya lebih banyak dilakukan secara lokal," ujar Cook kepada karyawan.

Peluncuran Apple Maps pada 2012 memang sempat menjadi sorotan negatif global. Aplikasi tersebut dipenuhi berbagai masalah, mulai dari arah navigasi yang keliru, lokasi yang tidak akurat, hingga tampilan peta yang jauh tertinggal dibanding pesaing seperti Google Maps.

Kritik keras datang dari pengguna dan media. Situasi itu bahkan memaksa Cook mengambil langkah yang jarang terjadi di Apple: menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia juga sempat menyarankan pengguna untuk sementara menggunakan aplikasi peta lain yang tersedia di App Store.

Apple MapsApple Maps Foto: Twitter

Dampaknya cukup besar di internal perusahaan. Insiden tersebut berujung pada hengkangnya Scott Forstall, eksekutif senior yang saat itu memimpin pengembangan iOS.

Meski begitu, Cook menilai momen tersebut justru menjadi pelajaran penting bagi Apple. Ia menyebut keputusan untuk bersikap jujur kepada pengguna sebagai langkah yang tepat.

"Kami meminta maaf dan mengatakan gunakan aplikasi lain yang lebih baik. Itu pelajaran penting, tapi itu yang benar untuk pengguna," katanya.

Kini, Cook mengklaim Apple Maps telah berkembang jauh dan menjadi salah satu aplikasi peta terbaik berkat fokus pada pengalaman pengguna serta investasi jangka panjang.

Proyek Gagal Lain

Selain Apple Maps, Cook juga menyinggung dua proyek ambisius yang tidak pernah benar-benar terwujud, yakni AirPower dan Apple Car.

AirPower merupakan aksesori pengisian daya nirkabel yang diumumkan Apple namun akhirnya dibatalkan karena kendala teknis. Sementara Apple Car adalah proyek kendaraan listrik yang dikembangkan hampir satu dekade sebelum resmi dihentikan pada 2024.

Meski menelan biaya besar, Cook tidak menyebut keduanya sebagai kegagalan mutlak. Ia melihat proyek-proyek tersebut sebagai bagian dari proses belajar dan eksplorasi inovasi.

Apple Watch Jadi Kebanggaan

Di sisi lain, Cook menegaskan bahwa pencapaian yang paling ia banggakan adalah Apple Watch. Menurutnya, perangkat wearable ini telah memberikan dampak nyata bagi pengguna, terutama dalam aspek kesehatan.

Fitur seperti deteksi jatuh, pemantauan detak jantung, hingga notifikasi kesehatan disebut telah membantu bahkan menyelamatkan nyawa banyak orang.

"Saya menerima email setiap hari dari pengguna yang terbantu. Dampaknya jauh melampaui angka finansial," ungkap Cook.

Apple Watch Series 10Apple Watch Series 10 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

AI Jadi Sorotan, Tapi Tak Disinggung

Menariknya, dalam refleksi panjang tersebut Cook tidak menyinggung perkembangan Apple di bidang kecerdasan buatan, termasuk Apple Intelligence yang sebelumnya digadang-gadang sebagai lompatan besar perusahaan.

Padahal, sejumlah analis menilai Apple sempat tertinggal dalam persaingan AI generatif dibandingkan rival seperti Google dan Microsoft. Hal ini juga disebut-sebut menjadi salah satu tantangan besar bagi Apple ke depan.

Transisi kepemimpinan ke John Ternus pun diharapkan membawa arah baru, terutama dalam memperkuat inovasi dan mengejar ketertinggalan di sektor AI.

Dengan berakhirnya era kepemimpinan Cook sebagai CEO, Apple kini memasuki babak baru. Namun satu hal yang jelas, pelajaran dari "dosa terbesar" di masa lalu justru menjadi fondasi penting bagi perjalanan perusahaan ke depan.




(afr/afr)







Hide Ads