Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Siapa John Ternus? Mengenal CEO Baru Apple Pengganti Tim Cook

Siapa John Ternus? Mengenal CEO Baru Apple Pengganti Tim Cook


Adi Fida Rahman - detikInet

Senior Vice President of Hardware Engineering Apple John Ternus
Siapa John Ternus? Mengenal CEO Baru Apple Pengganti Tim Cook Foto: Apple
Jakarta -

Apple resmi mengumumkan pergantian CEO pada Senin (20/4/2026). Tim Cook, yang telah memimpin perusahaan selama 15 tahun, akan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada John Ternus sebagai CEO Apple mulai 1 September 2026.

Bagi banyak pengamat industri, nama Ternus bukan kejutan. Selama setahun terakhir, ia sudah disebut-sebut sebagai kandidat terkuat penerus Cook. Namun bagi publik luas, sosok ini masih relatif asing. Siapa sebenarnya John Ternus?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



ADVERTISEMENT

Dua Dekade Lebih di Apple

Ternus lahir sekitar 1975-1976 dan merupakan lulusan Mechanical Engineering dari University of Pennsylvania, lulus 1997. Semasa kuliah, ia aktif di tim renang varsity kampusnya-sebuah fakta yang mencerminkan karakter kompetitif dan disiplin yang kelak ia bawa ke dunia kerja.

Selepas kuliah, ia sempat bekerja sebagai mechanical engineer di Virtual Research Systems, perusahaan yang mengembangkan headset virtual reality. Namun pada 2001, ia bergabung dengan Apple dan pertama kali mengerjakan Apple Cinema Display. Sejak saat itu, ia tak pernah pergi.

Pada 2013, Ternus diangkat menjadi Vice President of Hardware Engineering di bawah bimbingan Dan Riccio. Di posisi ini, ia mengawasi pengembangan AirPods, Mac, dan iPad. Kariernya terus menanjak hingga 2021, ketika Riccio beralih fokus ke proyek yang kelak menjadi Apple Vision Pro-dan Ternus naik menggantikannya sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering, menjadi anggota termuda di tim eksekutif Apple saat itu.

John Ternus, CEO AppleJohn Ternus, CEO Apple per 1 September 2026 Foto: Apple

Otak di Balik iPhone 17 hingga MacBook Neo

Selama kepemimpinannya di divisi hardware, Ternus menjadi wajah produk-produk besar Apple. Ia tampil sebagai presenter di berbagai acara peluncuran Apple, mulai dari penyegaran iMac dan MacBook Pro, iPad Pro generasi baru, hingga Mac Pro 2019 yang didesain ulang.

Yang paling anyar, Ternus memimpin tim di balik jajaran iPhone 17-termasuk iPhone Air yang tipis dan ringan, serta iPhone 17 Pro Max yang menjadi andalan Apple di segmen premium. Ia juga menggawangi lahirnya MacBook Neo, laptop terbaru Apple yang disebut membawa pengalaman Mac ke lebih banyak pengguna di seluruh dunia.

Selain inovasi produk, Ternus dikenal sebagai motor penggerak transisi Apple ke chip buatan sendiri (Apple Silicon)-langkah strategis yang memberikan Apple kendali penuh atas teknologi intinya dan menghasilkan lompatan performa serta efisiensi daya yang signifikan.

Belajar dari Steve Jobs, Dibimbing Tim Cook

Dalam pernyataan resminya, Ternus mengakui bahwa dirinya beruntung bisa bekerja langsung di bawah Steve Jobs dan mendapatkan bimbingan Tim Cook sebagai mentor. Dua nama besar itu membentuk cara pandangnya dalam memimpin dan berinovasi.

"Saya rendah hati untuk melangkah ke peran ini, dan saya berjanji untuk memimpin dengan nilai-nilai dan visi yang telah mendefinisikan tempat istimewa ini selama setengah abad," ujar Ternus dalam siaran resmi Apple.

Rekan-rekan sesama eksekutif Apple menggambarkan Ternus sebagai sosok yang detail-oriented dan sangat terlibat langsung dalam desain produk. Gaya kepemimpinannya memadukan disiplin engineering dengan pendekatan khas Apple yang mengutamakan pengalaman pengguna.

Apple umumkan pergantian CEO. Tim Cook jadi Executive Chairman, sementara John Ternus ditunjuk sebagai CEO baru mulai 1 September 2026.Apple umumkan pergantian CEO. Tim Cook (kanan) jadi Executive Chairman, sementara John Ternus (kiri) ditunjuk sebagai CEO baru mulai 1 September 2026. Foto: Apple

Analis: Tekanan Besar di Bidang AI

Meski disambut positif oleh banyak pihak, pengangkatan Ternus bukan tanpa catatan. Analis teknologi dari Wedbush Securities, Dan Ives, menyebut pengumuman ini mengejutkan dari sisi timing. Cook sebelumnya bahkan secara terbuka membantah rumor pensiun dalam wawancara dengan Good Morning America bulan lalu, mengatakan ia mencintai pekerjaannya dan tak bisa membayangkan hidup tanpa Apple.

Ives mencatat bahwa tantangan terbesar Ternus ada di ranah kecerdasan buatan (AI). Apple selama ini dianggap tertinggal dari para pesaing besar seperti Google, Microsoft, dan Meta dalam hal AI generatif.

Bahkan pembaruan Siri yang dijanjikan sempat tertunda, dan Apple harus mendatangkan veteran Google untuk memimpin ulang divisi AI-nya pada Desember lalu.

"Cook meninggalkan warisan abadi di Cupertino, dan akan ada banyak tekanan pada Ternus untuk langsung meraih keberhasilan, terutama di bidang AI," kata Ives dalam catatannya kepada investor, dikutip CNN.

Sementara itu, analis Forrester Dipanjan Chatterjee melihat latar belakang Ternus sebagai hardware engineer sebagai sinyal penting. Menurutnya, Apple akan tetap mengandalkan keunggulan produk fisik sambil memosisikan ulang perangkat sebagai fondasi pengalaman berbasis kecerdasan buatan.




(afr/afr)









Hide Ads