Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
RIM Siapkan SDM Purna Jual BlackBerry

RIM Siapkan SDM Purna Jual BlackBerry


- detikInet

Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menerima laporan dari Research in Motion (RIM) soal perkembangan enam service center yang dibangun untuk layanan purna jual BlackBerry di negara ini.

"Perkembangannya sudah pada tahap pelatihan staf untuk after sales service," jelas anggota komite BRTI Heru Sutadi, kepada detikINET di Jakarta, Rabu (5/8/2009).

Heru merupakan salah satu perwakilan BRTI yang mengawasi pembangunan ini. Tujuannya agar fasilitas BlackBerry yang dibangun di Indonesia menjadi pusat layanan yang sama seperti di negara lain

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu dengan staf pendukung (asli SDM Indonesia, red) yang dilatih dan disertifikasi RIM. Sesuai komitmen mereka," tambahnya.

RIM sendiri sampai saat ini belum memberikan pernyataan resmi kepada media soal perkembangan pembangunan purna jual mereka di enam kota besar di Indonesia. Namun Heru memastikan, "mereka tetap commit membuka after sales service sesuai jadwal."

Jika mengacu pada komitmen RIM, purna jual BlackBerry mereka sudah bisa beroperasi pada 21 Agustus 2009. Regulator sendiri, menurut jadwal, sudah dapat mengecek fasilitas dua hari sebelumnya, 19 Agustus.

Dengan demikian, jika pembangunan berhasil diwujudkan sesuai komitmen, pembekuan sertifikasi impor produk baru BlackBerry--baik lewat mitra operator RIM atau importir paralel--sudah bisa dibuka kembali.

Itu artinya, BlackBerry Gemini yang akan jadi produk termurah RIM (US$ 130 atau sekitar Rp 1,5 juta), siap beredar di pasaran dalam waktu dekat. Sejauh ini, ada dua operator yang mengaku telah lulus uji jaringan untuk perangkat tersebut, yakni Indosat dan Excelcomindo Pratama (XL).

Layanan BlackBerry sendiri di Indonesia kini dilayani empat operator, selain Indosat dan XL, juga ada Telkomsel dan terbaru Natrindo Telepon Seluler (Axis). Dari tiga operator saja, pengguna layanan ini sudah berkisar 400 ribu pelanggan.

BlackBerry tumbuh pesat sejak dua tahun belakangan ini. Tahun lalu, penjualan perangkat ini tumbuh hampir 500% di Indonesia. Permintaan yang melonjak, tak mampu dipenuhi pengadaannya lewat mitra operator. Itu sebabnya banyak bermunculan BlackBerry dari importir paralel.

Nah, lewat importir paralel inilah, kemudian bisa kita temui banyak handset BlackBerry dengan logo T-Mobile, O2, Vodafone, AT&T, dan lainnya. Namun sayangnya, meski harga lebih murah, produk-produk ini banyak yang bermasalah. Contoh kasusnya adalah PIN kloning.

Dari sini kemudian permintaan akan purna jual mencuat. RIM pun diminta untuk tanggung jawab, meski awalnya menolak karena menilai produk itu bukan barang resmi yang disalurkannya lewat mitra operator lokal.

Biar bagaimana pun, pemerintah bersikeras semua BlackBerry yang masuk ke Indonesia tetap produk RIM yang harus dipertanggungjawabkan. RIM juga dinilai tak sulit untuk mendata identitas produknya karena PIN yang disematkan ke tiap handset BlackBerry adalah unik.

Dan akhirnya, setelah RIM--yang di bawah ultimatum pembekuan sertifikat impor BlackBerry-- menyerah tunduk pada aturan Indonesia, maka dimulailah pembangunan purna jual ini.

Β 

(rou/ash)





Hide Ads