Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Curi' Simpati Masyarakat, Len Nyemplung ke WiMax

'Curi' Simpati Masyarakat, Len Nyemplung ke WiMax


- detikInet

Bandung - PT Len Industri (persero) siap produksi perangkat WiMax. Mulai dari customer premise equipment (CPE), BTS, Base Station hingga Subscribe Station siap diproduksi oleh Len. Hal ini dilakukan Len untuk 'mencuri' simpati dari masyarakat.

Dituturkan oleh GM Production Unit PT Len Industri, Tarmizi Kemal F Lubis di Kantor Len Industri di Jalan Soekarno Hatta No 442, Jumat (24/7/2009) petang. Dengan ikut masuknya Len ke dalam hingar bingar WiMax maka Len tetap dikenal oleh masyarakat dan masyarakat dapat merasa memiliki.

"Saat perasaan memiliki sudah muncul maka Len akan didukung oleh masyarakat. Sama halnya seperti Pertamina dan BUMN lainnya yang terkenal di masyarakat. Saat mereka (Pertamin - red) kalah tender misalnya, seluruh masyarakat Indonesia mendukungnya. Nah, kita ingin seperti itu," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, menurutnya, produk Len dipergunakan pemerintah dan perusahaan besar. Tidak langsung menyentuh masyarakat.

"Kita ingin produk kita langsung menyentuh masyarakat dan dikenal masyarakat. Bayangkan side effect dari kita ikut masuk ke dalam WiMax. Kita sediakan CPE yang langsung menyentuh masyarakat sehingga masyarakat bisa merasa memiliki Len," ungkapnya.

Senada dengan Tarmizi, Dirut PT Len Industri Wahyuddin Bagenda menambahkan bahwa pihaknya berharap masyarakat bangga terhadap Len. Karena selain sebagai aset negara, perusahaan BUMN ini berisi 100 persen anak bangsa.

"Kita ingin masyarakat memiliki Len serta bangga dengannya. Di sini 100 persen insinyur Indonesia, tidak ada orang asing," katanya.

Dalam PT Len Industri sendiri akan memproduksi customer premise equipment (CPE), BTS, Base Station dan Subscribe Station.

"Di WiMax kita sebagai manufaktur, bukan operator. Kita siapkan equipment yang bukan saja memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tapi juga secara sistem bisa diterima dengan baik oleh masyarakat," ungkapnya.

Tak hanya itu, Bagenda juga optimistis mampu memproduksi 60 ribu CPE per tahun dengan harga kurang dari US$ 300.

"Walaupun penawaran yang kita tawarkan kurang dari yang ditawarkan oleh pihak lain. Namun kita jamin alat kita bisa diterima oleh masyarakat," pungkasnya.

(afz/faw)







Hide Ads
LIVE