Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Icon+ Ingin Jadi Full Services Operator

Icon+ Ingin Jadi Full Services Operator


- detikInet

Jakarta - Indonesia Comnet Plus (Icon+) sedang mengkaji kemungkinan untuk bisa mendapatkan lisensi penyelenggara jaringan lengkap agar bisa menyediakan layanan telekomunikasi dasar.

Anak usaha PLN (Perusahaan Listrik Negara) ini sebelumnya sukses memenangkan tender penyelenggaraan telepon pedesaan USO. Dengan demikian, Icon+ juga otomatis dapat lisensi pita lebar BWA dan jaringan tetap lokal di area yang dimenanginya.

Selama ini, Icon+ hanya memiliki lisensi jaringan tertutup untuk menyewakan backbone serat optik, layanan teleponi internet (VoIP), dan penyedia jasa internet (ISP). Dari layanan itu, Icon+ berhasil meraup Rp 458 miliar pada 2008 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besar kemungkinan akan diajukan lisensi untuk bisa menyelenggarakan basic telephony setelah penggelaran jaringan telepon desa kami selesaikan," ujar Direktur Utama Icon+ Muljo Adji AG.

"Tentang bentuk lisensinya tetap atau seluler, itu perlu kajian lebih lanjut," ujarnya ketika ditemui di sela penandatanganan USO di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (16/7/2009).

Icon+ belum lama ini berhasil memenangkan tender telepon pedesaan (Universal Service Obligation/USO) untuk wilayah Indonesia Timur, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Maluku Utara, Papua dan Irian Jaya Barat.

Total nilai proyek yang berhasil diraih mencapai Rp 730,1 miliar. Sebagai pemenang tender, Icon+ selain diberikan izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal, juga blok nomor USO oleh Depkominfo di wilayah yang dikelolanya.

"USO adalah tahap awal menuju penyelenggara telekomunikasi di area lainnya. Ini bisa dikatakan tempat belajar model bisnis,” kata Muljo.

Penyelesaian pembangunan jaringan USO ini diprediksi selesai pada awal 2010. Dana awal yang disediakan Icon+ adalah Rp 43 miliar. "Sedangkan belanja modal kami tahun ini sebesar 350 miliar rupiah," lanjut Muljo.

Sementara itu, Kepala Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (BTIP) Santoso Serad menjamin, sebagai pemenang tender, Icon+ akan dijamin mendapatkan blok nomor dan pembukaan interkoneksi dengan pemain lainnya.

"Meskipun itu domain bisnis antarpemain, tetapi tetap kita jaga agar sebagai pemain baru perusahaan ini mendapatkan haknya. Apalagi ini menyangkut masyarakat desa tertinggal," pungkasnya.

(rou/wsh)





Hide Ads
LIVE