Untuk mengantisipasi terjadinya serangan fajar dan kampanye negatif yang menggiring rakyat untuk memilih calon tertentu, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan mengawasi pemanfaatan jasa telekomunikasi khususnya SMS.
Β
"Sehubungan dengan pilpres besok, BRTI tetap akan mengawasi pemanfaatan jasa telekomunikasi, terutama sms, yang dapat digunakan sebagai serangan fajar dan kampanye negatif atau kampanye hitam, sehingga bisa mengubah pilihan rakyat dalam memilih presiden," ujar Heru Sutadi, anggota BRTI dalam pesan singkat yang diterima detikINET, Selasa (7/7/2007).
Selain lewat ponsel, kampanye negatif juga banyak dilancarkan melalui internet. Namun, BRTI tidak akan 'bermain' di area ini, karena itu di luar domain BRTI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT