Β
Jika setiap pulsa yang terjual, dengan denominasi berapa pun, mengambil margin Rp 1000-Rp 2000, bisa dibayangkan miliaran sampai triliunan rupiah uang yang berputar di bisnis ini setiap harinya. Pantas saja, bisnis ini begitu dinikmati mulai dari distributor besar sampai pengecer ritel.
Nah, potensi bisnis pulsa prabayar ini ternyata juga diincar PT Solusi Layanan Mandiri (Lunari). Perusahaan ini mencoba praktik pemasaran pulsa baru dengan cara berjualan lewat vending machine penjual pulsa. Mesin yang sepintas mirip anjungan tunai mandiri (ATM) ini dinamakan Pulsabox.
Sejak tahun lalu hingga Januari 2009, Lunari telah menempatkan 50 unit Pulsabox di sejumlah titik strategis di Jakarta, seperti Apartemen Taman Rasuna, RS Cipto Mangunkusumo, Sampoerna Strategic Square, Lindeteves Glodok, dan lokasi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga akhir 2009, kami menargetkan 400 unit Pulsabox tersebar di Jabodetabek," kata Managing Director PT Lunari, Zimmy Syahriar, di sela pengenalan Pulsabox di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
Sebagai distributor Pulsabox untuk Lunari, Managing Director PT KMS Gerry Kusuma mengaku antusias memasarkan mesin pulsa ini. Antusiasme terpancar saat KMSΒ memamerkan lima unit Pulsabox di ajang Indonesia Celluler Show 2009 (ICS), beberapa waktu lalu.
"Hasilnya sangat memuaskan. Kami berhasil memeroleh omzet Rp 80 juta dalam tiga hari dari 70-80 transaksi tiap lima mesin yang kami bawa ke ICS," ungkap Gerry.
Pulsabox dipasarkan dengan harga Rp 25 juta. Mesin ini memiliki komponen yang terdiri dari layar LCD, keypad, alat penerima dan pemindai uang (bill acceptor), printer thermal, modem GSM, micro controller unit, dan alat pengembalian uang (cash dispenser).
Cara kerja mesin ini sejatinya cuma modifikasi dari sistim pengiriman pulsa elektronik. Namun melalui anjungan sendiri, transaksi bisa dilakukan secara mandiri tanpa campur tangan penjual pulsa konvensional. Jika pulsa tak terkirim, struk bukti transaksi dinilai cukup sahih untuk mengajukan klaim.
(rou/faw)