Alhasil, tekanan bagi perusahaan asal Kanada ini untuk segera membuka kantor cabang di Indonesia kian digencarkan. Hal ini dinilai perlu agar pengguna BlackBerry di negara kita lebih mudah mendapatkan layanan purna jual.
Sekjen Indonesia Telecommunication User Group, Muhammad Jumadi pun berharap regulator dan operator bersatu padu menggalang kekuatan untuk mendesak RIM. Syukur-syukur mereka mau membuka pabriknya, tapi paling tidak diawali dengan memiliki service center resminya saja terlebih dulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di samping itu regulator diminta mengawasi kecurangan-kecurangan yang merugikan pengguna dan jangan sampai malah BB BM mendapat sertifikasi dengan alasan apapun, karena yang dirugikan pasti konsumen," tegas Jumadi kepada detikINET.
BRTI sendiri selaku regulator telah menyurati RIM untuk datang ke Jakarta. Dalam surat pemanggilannya, RIM akan dimintai tanggung jawab seputar layanan purna jual produk yang masuk ke pasar Indonesia. (ash/faw)