Selain menghemat biaya pembangunan lewat capital expenditure (capex) dan operasional (opex), juga ikut menggenjot pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Sejak dimulai 2006 lalu, total nilai sinergi Telkom Group yang bisa dihitung sampai dengan akhir 2008 mencapai Rp 3,5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan nilai tertinggi, 90% datang dari sinergi penggunaan jaringan secara bersama. Misalnya, pemakaian menara bersama dan sinergi backbone sistem kabel serat optik (SKSO).
"Saat ini tidak kurang dari 1.400 menara digunakan bersama oleh Telkom Group," jelas Rinaldi.
Telkom menyatakan akan terus menggali lagi value sinergi di bidang jaringan, yakni penambahan kebutuhan backbone SKSO dan pemanfaatan broadband infrastructure Telkom (Internet Gateway, IP Core dan Metro-E) untuk kebutuhan Telkom Group.
"Selain itu juga akan digali lagi sinergi TI agar mendapatkan revenue enhancement dan cost saving yang cukup berarti," kata Rinaldi.
Sinergi lainnya adalah pemanfaatan pemasaran bersama melalui Plasa Grapari. Sedangkan sinergi shared service meliputi pemanfaatan ruang, gedung, dan pengelolaannya untuk kantor dan tempat pelayanan.
Selain akan menambah lokasi Plasa Grapari, Telkom juga akan mengembangkannya menjadi One Stop Service Solution (OSSS) untuk pelayanan Telkom Group.
Β
"Tahun ini, Telkom dan Telkomsel akan merealisasikan OSSS di salah satu lokasi business center di Jakarta atau Bandung," jelas Rinaldi.
Sinergi yang tak kalah penting terkait dengan shared service adalah peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia untuk tenaga ahli bidang teknologi, sales marketing dan service, serta pola karir di lingkungan Telkom Group.
Dengan kemampuan leadership yang kuat, Rinaldi ingin menjadikan Telkom Group sebagai center of excellent di industri telekomunikasi. "Sinergi tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu waktu dan formulasi strategi yang tepat dalam implementasinya. Namun, ini satu-satunya cara untuk memenangkan persaingan," tandasnya.
(rou/faw)