"Baru dua tahun lagi kami akan menggelar tender untuk mobile 16.e," ungkap Dirjen PostelΒ Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar, kepada detikINET di desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur,Β Rabu petang (20/5/2009).
Adapun pita lebar yang akan ditender untuk Wimax mobile ialah 60 MHz di pita 2,3 GHz. BasukiΒ belum mau menjelaskan mengenai harga dan skema tender, apakah akan
sama seperti tender BWAΒ 16.d yang akan memiliki 15 zona wilayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih Murah dari 3G
"Kata siapa ditolak, tidak benar itu. Kami memaklumi dengan kondisi seperti ini mungkin IbuΒ Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani) sedang sibuk. Saya konfirmasikan harga yang selama ini dirumorkan juga tidak benar. Yang benar harganya masih lebih murah dari 3G," tegas Basuki.
Rumor yang beredar menyebutkan harga dasar penawaran untuk ikut lelang frekuensi BWA sekitarΒ Rp 32 miliar. Kalangan industri sejatinya menilai harga ini sudah sesuai dengan kondisi danΒ kemampuan riil saat ini.
Bagi Konsorsium Wimax Indonesia (KWI), calon perusahaan patungan 30 anggota AsosiasiΒ Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), perkiraan harga itu sudah sangat sesuai danΒ bisa diterima oleh kalangan pengusaha internet.
KWI bahkan telah menyiapkan bid bond untuk dana ikut tender sejumlah Rp 3,2 miliar atau sekitar 10% dari perkiraan total harga dasar penawaran. Pun, perusahaan konsorsium ini berani menggelontorkan investasi US$ 100-300 juta selama lima tahun jika memenangkan satu blok 15 MHz di 15 zona tender.
Upaya KWI untuk ikut tender disambut baik Dirjen Postel. Basuki senang melihat paraΒ pengusaha internet mau ikut mendapatkan lisensi BWA demi akses internet nirkabel yang lebih terjangkau (murah) bagi masyarakat luas.
(rou/wsh)