Demikian dikatakan Kebag Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto dalam keterangan persnya, Jumat (10/4/2009).
"Sebab pada saat H+3, sebanyak 471 KPUD di tingkat Kabupaten/Kotamadya dan 33 KPUD di tingkat Provinsi secara berangsur-angsur mulai mengirimkan akumulasi hasil KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dalam bentuk formulir rekapitulasi model C1-IT untuk dibaca datanya dengan ICR (Intelligent Character Recognition) dari masing-masing KPUD yang telah dipindai (scanning) langsung ke Data Centre KPU," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi kondisi tersebut, Depkominfo pada 8 April 2009 telah melakukan inspeksi mendadak ke kantor PT Telkom di Grha Citra Caraka yang diantaranya menyediakan layanan call centre pemilu, network monitoring untuk fasilitas telekomunikasi dan sistem informasi pemilu.
Berdasarkan peninjauan langsung tersebut, PT Telkom yang telah ditunjuk oleh KPU sebagai pemenang tender penyediaan jaringan penyediaan komunikasi data dinilai telah mempersiapkan dengan cukup baik.
"Akan tetapi, kepada PT Telkom dan para penyelenggara telekomunikasi lainnya, Depkominfo tetap sangat berharap untuk tetap menjaga kualitas layanan telekomunikasi, karena bagaimanapun juga rangkaian Pemilu 2009 masih belum selesai dan bahkan lebih tinggi tingkat kompleksitasnya di bidang IT dan belum lagi terhitung dengan tanggung-jawab berikutnya pada saat Pilpres 2009 pada bulan Juli 2009," pungkas Gatot.
(ash/ash)