Dalam laporan keuangan perusahaan kuartal ketiga yang disampaikan ke Bapepam dan Bursa Efek Indonesia, pendapatan kotor perusahaan mencapai Rp 2,8 triliun atau naik 67,8% dibanding pencapaian pendapatan kotor perusahaan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,6 triliun.
Lonjakan jumlah pelanggan menjadi faktor penting dalam prestasi BTel ini. Buktinya, pada akhir tahun 2007 jumlah pelanggan mereka baru mencapai 3,8 juta. Namun pada akhir tahun 2008, jumlah ini meningkat hingga mencapai 7,3 juta pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencapaian positif diperlihatkan pula dari EBITDA perusahaan. Jika pada tahun 2007 EBITDA perusahaan sebesar Rp 545,4 miliar, maka pada tahun 2008 EBITDA perusahaan tumbuh 50,9% menjadi Rp 822,7 miliar.
Sementara itu laba operasional perusahaan naik 19,0% dari Rp 318,3 miliar di tahun 2007, menjadi Rp 378,6 miliar di tahun 2008. Namun kenaikan laba operasional ini tak mampu mengangkat laba bersih BTel yang hanya mencapai Rp 136,8 miliar, atau turun 5,2% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 144,3 miliar.
BTel juga membukukan kerugian kurs sebesar Rp 44,5 miliar menyusul melemahnya nilai tukar dari Rp 9.419 menjadi Rp 10.950 per US Dollar.
Seperti dikutip detikINET dari keterangan tertulis yang diterima, Senin (30/3/2009), ini merupakan dampak dari belanja modal dalam US Dolar yang dilakukan perusahaan selama tahun 2008. Sementara untuk hutang dalam mata uang asingnya, BTel telah melakukan lindung nilai. (ash/fyk)