Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Di 2008
Pelanggan Naik 91%, Laba BTel Turun 5%
Di 2008

Pelanggan Naik 91%, Laba BTel Turun 5%


- detikInet

Jakarta - Pendapatan kotor PT Bakrie Telecom Tbk (BTel) tumbuh 67,8% pada tahun 2008. Kenaikan pendapatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan laju pertumbuhan pelanggan yang mencapai 91,2%.

Dalam laporan keuangan perusahaan kuartal ketiga yang disampaikan ke Bapepam dan Bursa Efek Indonesia, pendapatan kotor perusahaan mencapai Rp 2,8 triliun atau naik 67,8% dibanding pencapaian pendapatan kotor perusahaan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,6 triliun.

Lonjakan jumlah pelanggan menjadi faktor penting dalam prestasi BTel ini. Buktinya, pada akhir tahun 2007 jumlah pelanggan mereka baru mencapai 3,8 juta. Namun pada akhir tahun 2008, jumlah ini meningkat hingga mencapai 7,3 juta pelanggan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan pendapatan kotor perusahaan diikuti pula dengan kenaikan pendapatan bersih. Di tahun 2008 BTel mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 2,2 triliun. Jumlah ini meningkat 70,7% dibanding pencapaian pendapatan bersih perusahaan tahun 2007 sebesar Rp 1,2 triliun.

Pencapaian positif diperlihatkan pula dari EBITDA perusahaan. Jika pada tahun 2007 EBITDA perusahaan sebesar Rp 545,4 miliar, maka pada tahun 2008 EBITDA perusahaan tumbuh 50,9% menjadi Rp 822,7 miliar.

Sementara itu laba operasional perusahaan naik 19,0% dari Rp 318,3 miliar di tahun 2007, menjadi Rp 378,6 miliar di tahun 2008. Namun kenaikan laba operasional ini tak mampu mengangkat laba bersih BTel yang hanya mencapai Rp 136,8 miliar, atau turun 5,2% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 144,3 miliar.

BTel juga membukukan kerugian kurs sebesar Rp 44,5 miliar menyusul melemahnya nilai tukar dari Rp 9.419 menjadi Rp 10.950 per US Dollar.

Seperti dikutip detikINET dari keterangan tertulis yang diterima, Senin (30/3/2009), ini merupakan dampak dari belanja modal dalam US Dolar yang dilakukan perusahaan selama tahun 2008. Sementara untuk hutang dalam mata uang asingnya, BTel telah melakukan lindung nilai. (ash/fyk)






Hide Ads
LIVE