Menkominfo Mohammad Nuh menyatakan demikian di sela penandatanganan kerjasama FIC Indonesia-TPI Hongkong dengan NEC Japan Deployment of Submarine Cable Asia Network Surabaya-Hong Kong.
"Tetap kita lakukan dan diharapkan dua tahun akan selesai. Saya harapkan sesuai jadwal yakni pertengahan tahun ini sudah dikerjakan," ujarnya seusai acara signing ceremony yang berlangsung di Graha Pena, Surabaya, Sabtu (28/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, menteri tetap berharap megaproyek ini bisa jalan tepat waktu. Sebab, ia berharap bisa sinergis dengan pembangunan kabel Surabaya-Hong Kong yang juga ditargetkan kelar pada 2011.
Pembangunan kabel laut Surabaya-HongKong itu menggunakan vendor optik NEC Japan. Vendor ini juga yang ternyata ikut dalam tender pengadaan serat optik untuk Palapa Ring.
Dalam menyediakan kabel laut tersebut, NEC kebagian nilai proyek US$ 200 juta. Nilai ini jelas lebih besar dari anggaran Palapa Ring yang kini menyusut jadi US$ 150 juta.
Jika dikaitkan antara proyek Surabaya-Hongkong dan Palapa Ring, seharusnya NEC, maupun vendor optik lainnya bisa membantu terselenggaranya Palapa Ring dalam hal keringanan pembayaran. Sebab, dalam proyek Surabaya-HongKong, uang sebanyak US$ 200 juta tersebut dibayar belakangan pada 2011.
(rou/fyk)