"Kami memang inginnya semua pengguna 3G pindah ke Telkomsel," kata Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di sela pemasaran perdana iPhone 3G, di Pacific Place, Jakarta, yang masih berlangsung Sabtu (21/3/2009) ini.
Menurut Sarwoto, harga Rp 160 miliar yang diajukan Telkomsel telah melalui uji feasibility dan sudah sesuai kajian business plan. "Harga yang kami ajukan tidak mahal, yang penting layak atau tidak. Jadi, mahal itu relatif."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perihal kemungkinan harga tambahan frekuensi diturunkan untuk operator 3G yang lain, Telkomsel mengaku tak khawatir telah membayar frekuensi dengan harga semahal itu. "Itu risiko bisnis, seperti halnya perang tarif telepon. Tak mengapa jika mereka dapat dengan harga murah nantinya, yang penting kami sudah lebih dulu memenangkan momentum ini," tandas Sarwoto.
Telkomsel saat ini memiliki 67 juta pelanggan seluler. Namun yang pakai 3G untuk mobile data dengan Telkomsel Flash baru 260 ribu pelanggan. Mayoritas sisanya mengakses lewat ponsel 3G. Telkomsel juga menggenjot layanan broadband lewat produk iPhone 3G yang menawarkan bonus paket data 500 MB sampai 1 GB.
Untuk tahap awal, Telkomsel hanya memiliki persediaan 10.000 unit iPhone 3G, meski peminatnya yang telah mendaftar mencapai 39.000 orang. 10.000 unit iPhone 3G yang tersedia, akan dialokasikan untuk Jakarta 4.000 unit, dan 6000 sisanya akan disebar saat peluncuran di empat kota lainnya, yakni Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar.
(rou/ash)