Suresh Reddy, Chief Commercial Officer HCPT mengatakan, ini adalah salah satu cara perusahaannya untuk mengurangi pencemaran udara di Indonesia. Yakni dengan mengaplikasikan teknologi energi alternatif yang hemat energi pada BTS-BTS '3'.
"Sejak awal 2009, kami telah membeli dan mengoperasikan sel energi hidrogen pada sepuluh BTS di area Jabodetabek, Surabaya dan sekitarnya," imbuhnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (26/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk industri telekomunikasi, pemanfaatan teknologi ini berfungsi untuk menggantikan generator diesel di saat energi utama sedang mengalami gangguan sehingga jaringan akan tetap stabil.
Sebab diyakini, sel energi hidrogen adalah sumber energi yang bersih dan tidak menghasilkan limbah berbahaya apapun kecuali air. Alhasil, keuntungan yang diperoleh dari pengoperasian BTS sel energi hidrogen diantaranya adalah meningkatkan daya listrik, cadangan listrik lebih tahan lama, dan hemat pemeliharaannya.
Sehingga, dengan menggunakan sumber energi hidrogen ini, polusi suara dan udara diharapkan akan jauh berkurang jika dibandingkan dengan yang biasa dibuang oleh generator.
Selain '3', operator lain yang juga sudah menggunakan hidrogen sebagai sumber tenaga alternatif adalah Axis. Operator ini mengoperasikan BTS bertenaga hidrogen di Sei Mencirim, Deli Serdang, Sumatera Utara, yang akan menyediakan tenaga cadangan apabila pasokan listrik PLN mengalami gangguan.
(ash/fyk)