Nuh mengatakan, baik pondok pesantren, kampus, maupun lembaga pendidikan lainnya, harus memanfaatkan teknologi informasi (TI) sebagai alat bantu menyelesaikan masalah. "TI harus jadi motor penggerak. Kalau nantinya Kalimantan Selatan jadi full cyber, ini harus dikloning ke provinsi lain," ujarnya di Martapura, Banjarmasin, Jumat (30/1/2009).
Menteri menjelaskan, lembaga pendidikan sangat memegang peranan penting bagi suatu daerah untuk menjadi provinsi cyber. Ia lantas mendorong semua operator telekomunikasi untuk mendukung penyediaan sarana pendidikan berbasis TI di daerah seperti Banjarmasin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini, operator Excelcomindo Pratama (XL) lewat Indonesian Telecomunication User Group (Idtug) menyerahkan donasi 12 perangkat komputer, akses internet dan beragam pelatihan untuk menjadikan Darussalam sebagai pondok pesantren berbasis TI.
Menurut Presdir XL Hasnul Suhaimi, jika program ini berhasil, maka akan dilanjutkan kepada lembaga pendidikan lainnya. "Pondok pesantren ini jadi proyek percontohan," pungkasnya. XL sendiri berharap bisa membantu menyediakan perangkat komputer beserta akses internet ke 60 sekolah setiap tahunnya.
Keterangan foto: Menkominfo dan Presdir XL saatΒ menyerahkan donasi komputer ke Pesantren Darussalam (xl)Β Β
Β
(rou/ash)