Hasil riset Sharing Vision menyebutkan, 71 persen dari 150 responden usia produktif yang disurveinya selama Januari 2009 ini di Jakarta dan Bandung, mengaku tertarik untuk berlangganan Wimax.
"Namun, 74 persennya juga mengaku masih akan wait and see dulu sampai Wimax akhirnya terbukti berkualitas," kata Direktur Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana, kepada detikINET, Selasa (27/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 63 persen responden yang mengaku sudah tahu soal Wimax, pertimbangan utama mereka untuk berlangganan bisa dilihat dalam beberapa faktor: janji kecepatan akses tinggi (29%), harga perangkat (24%), tarif langganan (19%), kemudahan instalasi (14%), dan luasnya jangkauan (14%).
Dari 150 responden yang disurvei secara acak ini masih menggunakan akses internet Telkom Speedy (40%), Indosat M2 (16%), Telkomsel Flash (11%), Indosat 3G (11%), XL 3G (11%), Mobile-8 Fren (5%), Jalawave dan Melsa (3%), dan lainnya (3%).
Meski 74 persen mengaku akan berlangganan jika Wimax sudah terbukti kualitasnya, namun cuma 18 persen yang akan langsung meninggalkan operator lamanya. Sementara delapan persen sisanya masih akan terus berlangganan sampai Wimax akhirnya bisa diandalkan secara penuh. (rou/ash)