Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Aturan SMS Premium yang Baru Tak Perlu Ditakuti'

'Aturan SMS Premium yang Baru Tak Perlu Ditakuti'


- detikInet

Jakarta - Penolakan asosiasi penyedia konten (IMOCA) terhadap aturan SMS premium dinilai sebagai hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Sebab, tidak ada yang perlu ditakutkan dari aturan tersebut.

Demikian dikatakan Kabag Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto. Menurutnya, kehadiran aturan ini sebaiknya dipandang untuk lebih menjaga bisnis penyedia konten itu sendiri.

"Karena lewat aturan ini industri SMS premium telah ada payung hukumnya yang lebih jelas. Daripada mereka mendapat sorotan DPR, lebih baik mendapat sorotan regulator. Apalagi DPR sudah banyak mendapat laporan mengenai praktek yang kerap dilakukan CP nakal," ujarnya kepada detikINET, Selasa (13/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara terkait persoalan kewajiban perizinan kepada BRTI, ditambahkan Gatot, juga jangan lantas dipandang sebagai perizinan yang prosesnya merepotkan. Prosedur yang dijalankan para penyedia konten nantinya bakal berbeda seperti izin untuk penyelenggara jaringan atau jasa yang lain, karena ini hanya untuk registrasi.

Gatot pun mengakui bahwa diterbitkannya aturan baru ini tak bisa memuaskan semua pihak. Namun regulator tak mau disetir oleh industri, sehingga tidak semua keinginan bisa diakomodasi.

"Pada intinya, kami selalu menampung jika ada masukan dan kalau ada yang bagus kita adopsi. Tapi kita juga tidak mau di-drive oleh industri, jadi setiap kebijakan itu ada risiko untuk tidak diterima oleh sejumlah pihak," pungkasnya. (ash/wsh)





Hide Ads
LIVE