Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (4/12/2008) dini hari.
"Kita minta kepada pemerintah supaya tidak lagi menerbitkan lisensi telekomunikasi karena jumlah operator sekarang ini sudah cukup banyak," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"India punya enam operator, Malaysia punya tiga, sedangkan China hanya dua operator," ujarnya.
Ia menambahkan, maraknya perang tarif yang terjadi sekarang ini diakibatkan terlalu banyaknya operator yang menawarkan produknya kepada konsumen. Di sisi lain, konsumen juga akan sulit mendapat informasi yang akurat mengenai operator yang dapat mereka percaya.
Ia mengatakan, hingga akhir tahun 2008 diperkirakan jumlah pemakai telepon di tanah air mencapai 67 persen, sedangkan tahun 2009 bisa mencapai 80 persen.
"Ini mencerminkan pasar sudah semakin matang, persaingan semakin ketat sehingga diperkirakan perang tarif terus berlanjut," imbuhnya.
(ang/dwn)