Daerah yang disapa Indosat ini berada di Desa Lemo II Kecamatan Weleh Tengah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Untuk menggapai daerah ini, perjalanan bisa dilakukan dengan pesawat kecil dari Balikpapan selama satu jam, lalu dilanjutkan dengan speed both mengarungi sungai Barito selama kurang lebih 30 menit.
Sementara jika ingin ditempuh lewat perjalanan darat, harus melalui Banjarmasin yang bakal memakan waktu sekitar 12 jam perjalanan. Sehingga tak heran jika desa berpenduduk 4000 jiwa ini sebelumnya blank spot karena tak tersentuh layanan telekomunikasi seluler operator mana pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peresmian dilakukan oleh Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar yang didampingi Wakil Bupati Barito Utara Umar Zaki dan sejumlah Direksi Indosat.
Dalam sambutannya Dirjen Postel mengatakan, menyambut baik langkah Indosat yang memperhatikan kebutuhan layanan telekomunikasi di daerah pedalaman seperti di Desa Lemo ini.
"Sebab, akses telekomunikasi tak hanya semata-mata harus dilihat secara ekonomis tetapi juga untuk menjaga wawasan kebangsaan dan rasa tanggung jawab sosial," ujarnya.
Sementara menurut Direktur Regional Sales Indosat Syakieb A. Sungkar, peresmian BTS di Desa lemo ini juga terasa istimewa bagi Indosat, karena daerah ini belum terjamah operator mana pun. "Terasa istimewa, karena kita ekslusif disini. Operator lain belum ada yang masuk," tukasnya.
Dalam acara tersebut, rombongan Dirjen dan Indosat mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sekitar. Mereka berkumpul untuk menyaksikan peresmian ini serta untuk mengikuti pengobatan gratis. Di tengah acara, uji coba panggilan juga dilakukan yang mengkonfrontir Dirut Indosat Johnny Swandy Sjam yang berada di Jakarta dengan Dirjen Postel.
Β
Keterangan foto: Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar (paling kanan) ditemani Direktur Regional Sales Wahyu Wijayadi, Direktur Regional Sales Indosat Syakieb A. Sungkar dan Wakil Bupati Barito Utara Umar Zaki ketika mangunjungi BTS Indosat di Desa Lemo.
(ash/dwn)