Dalam pengadaan satelit ini, Indovision (Media Citra Indostar) bekerja sama dengan Protostar membangun satelit yang bisa disebut juga dengan nama satelit Protostar II.
Dirut Indovision Rudy Tanoesoedibjo menyebutkan, satelit yang memiliki kapasitas transponder S-band sepuluh buah atau dua kali lipat dari satelit sebelumnya ini menggunakan teknologi MPEG-2 dan MPEG-4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain S-band, satelit Indostar II ini juga menyediakan transponder Ku-band sebanyak 12 buah yang diarahkan ke India dan 10 buah ke arah Indonesia, Filipina, dan Taiwan.
Penambahan jumlah transponder akan menambah jumlah saluran televisi Indovision menjadi 100-150 kanal termasuk untuk saluran High Definition TV.
Satelit Indostar II sendiri dibuat oleh Boeing Satellite System di Los Angeles, California, AS, dalam waktu 20 bulan. Satelit yang memiliki umur orbit 15 tahun lebih ini menggunakan platform BS 601 HP.
Dengan tinggi 4 meter, panjang 3,6 meter, dan lebar 2,7 meter, berat satelit saat diluncurkan 4150 kilogram. Sementara, dengan bentangan solar panel 26,2 meter akan menghasilkan kapasitas listrik 9,9 kilowatt. (rou/ash)