Rabu, 19 Nov 2008 13:52 WIB

Satelit Indostar II Mengorbit Maret 2009

- detikInet
Jakarta - Indovision akan meluncurkan satelit Indostar II pada 17 Maret 2009 di Baikonour, Kazakhstan. Satelit yang menelan biaya US$ 300 juta ini merupakan pengganti satelit Cakrawarta yang segera habis masa orbitnya.

Dalam pengadaan satelit ini, Indovision (Media Citra Indostar) bekerja sama dengan Protostar membangun satelit yang bisa disebut juga dengan nama satelit Protostar II.

Dirut Indovision Rudy Tanoesoedibjo menyebutkan, satelit yang memiliki kapasitas transponder S-band sepuluh buah atau dua kali lipat dari satelit sebelumnya ini menggunakan teknologi MPEG-2 dan MPEG-4.

"Investasi ini 60 persen dari dana internal, dan 40 persen sisanya pinjaman asing," ungkapnya dalam jumpa pers di gedung Depkominfo, Jakarta, Rabu (19/11/2008).

Selain S-band, satelit Indostar II ini juga menyediakan transponder Ku-band sebanyak 12 buah yang diarahkan ke India dan 10 buah ke arah Indonesia, Filipina, dan Taiwan.

Penambahan jumlah transponder akan menambah jumlah saluran televisi Indovision menjadi 100-150 kanal termasuk untuk saluran High Definition TV.

Satelit Indostar II sendiri dibuat oleh Boeing Satellite System di Los Angeles, California, AS, dalam waktu 20 bulan. Satelit yang memiliki umur orbit 15 tahun lebih ini menggunakan platform BS 601 HP.

Dengan tinggi 4 meter, panjang 3,6 meter, dan lebar 2,7 meter, berat satelit saat diluncurkan 4150 kilogram. Sementara, dengan bentangan solar panel 26,2 meter akan menghasilkan kapasitas listrik 9,9 kilowatt.

(rou/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed