Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto menyebutkan, kapasitas jaringan mulai ditingkatkan secara signifikan sejak Telkomsel memasang infrastruktur telekomunikasi di KM Dempo.
Meski cuma dilayani satu mikro BTS, namun menurut Suryo, base transceiver station yang dipasang di KM Dempo telah didukung 12 TRX (transmitter and receiver exchange) atau 84 kanal komunikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum di KM Dempo, Telkomsel pada Juni-September lalu telah lebih dulu menyediakan layanan telekomunikasi di KM Labobar dan KM Kelud. Rencananya, Telkomsel akan melayani 12 kapal laut milik Pelni di 2008 ini dan 24 di tahun berikutnya.
Layanan yang dihadirkan Telkomsel di kapal laut tak hanya telekomunikasi berbasis suara, namun juga berbasis data. Sebab, jaringannya telah didukung teknologi EDGE (Enhanced Data rate for GSM Evolution) dengan kecepatan akses data 64-128 kbps.
Sedangkan bandwidth satu BTS mikro Telkomsel di kapal yang dipancarkan ke satelit mencapai 2,048 Mbps, baik untuk suara maupun data.
Dalam menghadirkan layanan telekomunikasi di kapal penumpang Pelni, Telkomsel mengimplementasikan inovasi BTS Pico via satelit VSAT IP berbasis teknologi seluler. Konsep remote solution system yang digunakan, diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. "Bahkan di dunia," cetus Suryo.
Sementara teknologi yang dimanfaatkan adalah teknologi GSM dengan merekayasa teknologi antena auto tracking serta aplikasi satelit ditambah dengan teknologi power supply, sehingga lebih simpel dan efektif digunakan di kapal yang bergerak. (rou/ash)