Presentasi kedua dibawakan oleh Husin Wijaya dari Markplus, yang bercerita tentang Generasi Z, generasi yang aktif di dalam sejarah tumbuhnya internet, yakni mereka yang berusia 13-31 tahun. Generasi Z ini punya sisi gelap, yakni:
- Attention deficit disorder.
- Mahir menulis tapi sukar mengkomunikasikan.
- Tiap hari berhadapan dengan screen.
- Adiktif dengan internet.
- Kehilangan waktu untuk sosialisasi nyata.
- Tidak pernah bergerak, jarang berolahraga.
- Cari gampang, dengan mencari bajakan.
- Tidak punya etika kerja, akan menjadi calon karyawan yang buruk.
- Narsistik.
- Tidak peduli dengan apa kata orang.
Dari hal-hal seperti ini, perilaku apa yang muncul?
- Generasi yang multitasking (Facebook prayer (selalu menulis status), thumber (jari-jemari bermain telepon), messenger 24/7, youtuber, ipoder).
- Kolaboratif. Lebih memilih kerja secara matrix, fleksibel, dan tidak secara hirarkis.
- Prosumer, konsumen yang menciptakan produknya sendiri.
- Customize personalize , dimana segala sesuatunya bisa dikustomisasi sesuai keinginan konsumen.
- Scrutinizer, di mana apapun yang dibuat online selalu diplesetkan.
- Kita yang menentukan sendiri sebelum kita memutuskan membeli produk, dan bukan ditentukan oleh produsen.
- Kita hidup di dunia penuh permainan dan warna, yang akan mewujudkan kreatifitas.
- Relationship , saling berhubungan satu sama lain, meskipun kadang hubungan itu semu (melalui jejaring sosial).
- Speed eaters, pemakan segalanya secepat mungkin.
- Semakin pintarnya teknologi yang akan semakin membantu aksesibilitas kita.
Atraksi utama FreSh ke-7 ini adalah Pak GM (Goenawan Mohamad),Β Mas Wicaksono,Β Paman Tyo (Antyo Rentjoko), dan Pak Budiono Darsono. Pengantar sesi dibawakan oleh Mas Wicaksono.
Hal-hal menarik yang bisa dikutip dari sesi dengan Pak GM antara lain:
- Kreatifitas berbeda dengan orisinalitas. Orisinalitas itu selalu yang melakukan pertama kali. Kreatifitas adalah impuls saat kita ingin melakukan sesuatu, baik itu baru ataupun tidak, dan sifatnya pembaharuan dari yang sudah ada.
- Kurang ajar itu penting untuk kreatifitas, karena akan memungkinkan diri untuk menggugat sesuatu yang sudah ada.
- Jamaah Tarekat Al-Facebookiyah, yakni para pengguna Facebook itu eksibisionis, dan bukan narsis. Narsis itu kalau seseorang duduk sendirian dan melihat bayangan dirinya di danau. Sedangkan eksibisionis tidak sendirian. Mereka melakukannya bersama-sama.
Selanjutnya Paman Tyo bercerita tentang latar belakang pembuatan situs milik Pak GM. Kurang lebih isinya adalah sebagai berikut:
- Penyelamatan naskah lama Pak GM, karena kenyataannya Pak GM pun tidak punya lagi naskah-naskah lamanya.
- Semua dikerjakan dengan semangat kolaborasi.
- Keinginan pengkayaan konten di ranah maya. Misalnya, di media cetak, adanya buku dengan pembedaan karya antara versi yang ringkas dan versi yang lebih berat.
Berikutnya, Pak Budiono, yang pernah bekerja di bawah Pak GM di Tempo, ikut memberikan masukan-masukan:
- Adaptasi sistem Tempo dalam sistem kerja di Detik, seperti sistem penilaian.
- Menjadi seorang yang egois. Semangat ingin keluar dan lebih berhasil daripada di Tempo selalu ada (meski tentu tidak semuanya berhasil), tapi semangatnya ini yang penting.
- Menambahkan presentasi Husin, di mana generasi sekarang sudah sangat akrab dengan mobile dan internet, dan mereka tidak kenal buku.
Perhelatan FreSh pada bulan Maret mendatang akan dilakukan 2 kali. Yang pertama adalah kegiatan FreSh rutin dengan tema dunia mobile, sementara perhelatan keduanya pada akhir bulan Maret berupa workshop sehari penuh untuk para penggiat Facebook.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(wsh/wsh)