Hacker beretnis Rusia ini dihukum berkaitan dengan adanya serangan cyber yang melanda Estonia tahun lalu. Serangan cyber ini diduga kuat turut didalangi oleh Rusia, mantan penjajah Estonia pada masa lalu.
"Dmitri Galushkevic adalah hacker pertama yang dihukum karena melancarkan serangan cyber besar-besaran pada situs-situs Estonia," ungkap Gerrit Maesalu, juru bicara kejaksaan di utara Estonia, seperti dikutip detikINET dari AFP, Kamis (24/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak patung yang dianggap bernilai penting bagi orang Rusia ini dipindahkan, hubungan antara Estonia dan Rusia terus memburuk. Bahkan diduga kuat, Rusia turut menjadi dalang serangan cyber ke Estonia tersebut berkenaan dengan kejadian ini.
Menurut investigasi pihak Estonia, kebanyakan tersangka dipercaya ada di Rusia. Bahkan, komputer pemerintah Rusia di Kremlin diduga jadi sumber serangan pada beberapa server Estonia. Namun pihak Rusia membantah terlibat pada serangan ke Estonia ini.
(fyk/fyk)