Si pengirim e-mail palsu ini rupanya tak asal mengirimkan pesan guna menipu korbannya, karena seringkali mereka mencantumkan stempel, banner hingga kop surat yang terlihat resmi untuk mengelabui korbannya. Bahkan, foto direktur FBI Robert Mueller terkadang juga dicatut dalam e-mail tersebut.
FBI lantas segera bereaksi dengan kejadian ini. Juru bicara FBI menegaskan, pihaknya tidak pernah mengirimkan e-mail yang bermaksud untuk menampung sejumlah data pribadi dari warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waspadalah terhadap e-mail tak diminta yang mengatasnamakan FBI, Robert Mueller ataupun pejabat FBI lainnya," tandas juru bicara tersebut, seperti dikutip detikINET, Jumat (18/1/2008).
Keterlibatan FBI guna memberantas peredaran spam bukanlah kali ini saja terjadi. Sebelumnya, mereka juga pernah mengeluarkan peringatan terkait peredaran spam yang mengeksploitasi suatu bencana di AS. Padahal tujuan aslinya hanyalah untuk mengeruk keuntungan finansial.Β (ash/dwn)