Database yang dikembangkan guna mengidentifikasi kejahatan dan teroris ini akan mulai diimplementasikan per Januari 2008 hingga 10 tahun ke depan. Dalam rentang waktu tersebut, FBI berharap bisa memperoleh semua informasi tentang biometrik penduduk. Demikian dikutip detikINET dari LA Times, Selasa (25/12/2007).
Sesuai permintaan dari para tenaga kerja, Badan intelijen Amerika Serikat itu juga akan mengumpulkan sidik jari pekerja untuk memastikan apakah mereka pernah terlibat tindakan kriminal atau tidak di masa silam. Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan bekas luka, iris mata bahkan cara seseorang berbicara dan berjalan bisa dimasukkan dalam database
tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT