Interpol merilis hasil operasi penegakan hukum global bertajuk Operation Jackal IV yang menargetkan kelompok kejahatan siber terorganisasi asal Afrika Barat, seperti geng terkenal Black Axe.
Operasi internasional yang berlangsung selama delapan bulan (November 2025 hingga Juni 2026) ini berhasil membongkar jaringan pendukung kejahatan siber (Crime-as-a-Service/CaaS) dan pencucian uang lintas negara.
Direktur Interpol, Tomonobu Kaya, menyatakan bahwa Operation Jackal IV berfokus memutus urat nadi kelompok kriminal yang meraup keuntungan finansial raksasa melalui jaringan digital global. Operasi ini melibatkan kepolisian di 22 negara yang tersebar di enam benua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capaian Utama dan Temuan di Berbagai Negara
Operasi besar-besaran ini menyasar berbagai bentuk kejahatan finansial, mulai dari romance scam, penipuan investasi kripto, hingga pemalsuan email bisnis (business email compromise). Berikut rincian utamanya:
- Tangkapan Global: Sebanyak 58 tersangka berhasil ditangkap dan 263 terduga pelaku kejahatan siber berhasil diidentifikasi.
- Argentina: Polisi membongkar jaringan CaaS yang menyediakan domain internet dan layanan pencucian uang bagi geng Afrika Barat. Sebanyak 17 orang ditangkap dan 200 individu teridentifikasi terlibat.
- Afrika Selatan: Penggerebekan dilakukan di tujuh lokasi yang menjadi sarang penipuan romance scam dengan target pensiunan berpesan bahasa Inggris.
- Rumania & Italia: Membongkar skema investasi bodong bermodus janji imbal hasil tinggi dari saham/kripto di Rumania, serta melacak jaringan pencucian uang lintas Eropa di Italia.
Tren Mengerikan: Incar Anak di Bawah Umur
Selain memburu para pelaku dan menyita aset, Interpol mengungkap tren baru yang sangat mengkhawatirkan dari kelompok kejahatan siber Afrika Barat.
Para peretas kini kian gencar melakukan aksi pemerasan bermodus sextortion dengan menyasar anak-anak di bawah umur (bahkan mulai dari usia 14 tahun) untuk diperas secara finansial menggunakan ancaman penyebaran konten pribadi.
Interpol mengonfirmasi bahwa penyidikan masih terus berkembang dan data yang diperoleh dari Operation Jackal IV akan menjadi pijakan untuk memperluas perburuan kejahatan siber global ke depannya, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (1/9/2026).

