Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Instagram Akan Hukum Akun Influencer AI yang Pura-pura Jadi Manusia

Instagram Akan Hukum Akun Influencer AI yang Pura-pura Jadi Manusia


Virgina Maulita Putri - detikInet

Istanbul, Turkey - December 15, 2018: Person holding a brand new Apple iPhone X with Instagram profile on the screen. Instagram is an online mobile social networking service, launched in October 2010.
Foto: Getty Images/bombuscreative
Jakarta -

Instagram akhirnya mengambil tindakan untuk mengatasi maraknya akun influencer AI yang semakin sulit dibedakan dengan kreator manusia asli. Platform milik Meta itu memperkenalkan label baru untuk menandai profil dengan karakter buatan AI.

Instagram mengatakan mereka mengubah label 'AI creator' yang sudah ada menjadi 'AI generated profile' sehingga pengguna lain bisa langsung mengetahui kalau karakter orang yang ditampilkan akun tersebut dibuat sebagian atau sepenuhnya menggunakan AI.

"Kami mendengar dari komunitas kami bahwa mereka tidak suka menemukan profil yang terlihat seperti manusia, tapi kemudian mengetahui bahwa orang yang ditampilkan adalah rekayasa AI," kata juru bicara Instagram, seperti dikutip dari Techcrunch, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka ingin tahun ketika sebuah profil menampilkan orang rekayasa AI," sambungnya.

Label baru dari Instagram untuk akun influencer AILabel baru dari Instagram untuk akun influencer AI Foto: Instagram

Dengan kebijakan baru ini, kreator yang tidak menggunakan label tepat pada profil buatan AI akan dihukum dengan dikurangi jangkauannya. Artinya, konten buatan akun tersebut tidak akan direkomendasikan ke non-follower di Reels dan Explore.

ADVERTISEMENT

Pemilik akun bisa mengajukan banding jika akun mereka tidak sengaja dihukum. Di sisi lain, kreator yang menggunakan label baru tersebut tidak akan dihukum hanya karena menggunakan karakter AI sebagai subjek profilnya.

Label ini tidak dimaksudkan untuk setiap penggunaan AI di konten. Instagram mengatakan pengguna yang memakai AI untuk mengedit foto, menyempurnakan caption, membuat grafik, atau melakukan penyesuaian kreatif lainnya tidak perlu menggunakan label 'AI generated profile'.

Seiring makin canggihnya model AI dan semakin mudahnya membuat konten AI yang meyakinkan, jumlah influencer AI palsu yang beredar di media sosial juga semakin marak. The Guardian belum lama ini mengungkap gelombang influencer palsu buatan AI yang mempromosikan deretan aplikasi dan brand.

The New York Times juga menemukan ratusan influencer AI yang membagikan konten kesehatan, termasuk yang mengaku sebagai dokter. Meskipun sebagian besar konten ini tidak melanggar aturan Meta secara eksplisit, hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang penyebaran misinformasi.



(vmp/vmp)




Hide Ads