Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Smartphone Target Baru Serangan Siber, Perlindungan Berbasis AI Diperluas

Smartphone Target Baru Serangan Siber, Perlindungan Berbasis AI Diperluas


Agus Tri Haryanto - detikInet

ITSEC Asia memperkenalkan IntelliBroń Aman, aplikasi keamanan siber berbasis AI yang dirancang melindungi individu dan keluarga dari berbagai ancaman digital umum.
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Meningkatnya aktivitas digital lewat smartphone membuat risiko ancaman siber kian dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari phishing, tautan berbahaya, hingga situs tidak aman, pengguna ponsel kini menghadapi tantangan keamanan yang sebelumnya identik dengan dunia korporasi.

Kondisi ini mendorong perusahaan keamanan siber untuk memperluas fokus perlindungan, tak lagi terbatas pada organisasi besar, tetapi juga menyasar pengguna individu. Salah satunya dilakukan ITSEC Asia, perusahaan keamanan siber dan cyber-AI asal Indonesia, dengan menghadirkan solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan untuk penggunaan smartphone harian.

ITSEC Asia memperkenalkan IntelliBroń Aman, aplikasi keamanan siber berbasis AI yang dirancang melindungi individu dan keluarga dari berbagai ancaman digital umum. Solusi ini bekerja otomatis di latar belakang, mencegah potensi serangan sebelum mencapai perangkat, tanpa mengganggu performa ponsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain perlindungan proaktif, pengguna juga mendapatkan notifikasi real-time serta penjelasan risiko dengan bahasa yang mudah dipahami. Pendekatan ini ditujukan agar masyarakat tetap waspada, sekaligus memiliki kendali atas aktivitas digitalnya.

ADVERTISEMENT

"Keamanan siber ke depannya tidak hanya diukur dari bagaimana kita melindungi organisasi, tetapi juga bagaimana kita mampu melindungi masyarakat sehari-hari," ujar Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia.

Ia menegaskan, perluasan fokus ke segmen konsumen menjadi langkah strategis perusahaan seiring makin dominannya peran smartphone dalam komunikasi, perdagangan, hingga aktivitas finansial masyarakat Indonesia.

Bagi ITSEC Asia, langkah ini juga menandai fase pertumbuhan baru dari sebelumnya berfokus pada keamanan enterprise dan infrastruktur kritikal, menuju perlindungan siber berskala konsumen. Arah tersebut sejalan dengan strategi perusahaan menuju 2026 bertajuk Cybersecurity Delivered.

Masuknya solusi keamanan siber ke perangkat konsumen dinilai krusial di tengah ekonomi digital Indonesia yang semakin mobile-first. Smartphone kini menjadi pintu utama berbagai layanan digital, sehingga keamanan yang praktis, terjangkau, dan mudah digunakan menjadi kebutuhan mendesak.

Di sisi lain, kolaborasi ini juga melibatkan produsen smartphone global Infinix, yang menjadi mitra integrasi perdana IntelliBroń Aman. Solusi keamanan tersebut pertama kali disematkan pada Infinix NOTE Edge 5G+ di Indonesia, sekaligus menjadi peluncuran global perdana IntelliBroń Aman di lini Infinix NOTE.

Ke depan, integrasi serupa juga direncanakan hadir pada seri Infinix NOTE 60, memperluas akses perlindungan siber terintegrasi bagi lebih banyak pengguna smartphone di Tanah Air.

"Di Infinix, kami berkomitmen menghadirkan teknologi yang tidak hanya memberdayakan pengguna, tetapi juga melindungi mereka," kata Sergio Ticoalu, Head of Marketing Infinix Indonesia.

Ia menambahkan, integrasi solusi keamanan berbasis AI ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman digital yang lebih aman serta meningkatkan kepercayaan diri pengguna smartphone dalam beraktivitas online, mulai dari komunikasi hingga transaksi digital.




(agt/agt)







Hide Ads