Virus Masih Jadi Ketakutan Terbesar Pebisnis Asia
- detikInet
Jakarta -
Program jahat rupanya masih menjadi kekhawatiran terbesar bagi kalangan pebisnis kecil maupun menengah di kawasan Asia Pasifik.Ini dibuktikan dari penelitian yang dilakukan salah satu lembaga riset dunia, IDC, yang mengungkapkan bahwa dari 5.770 responden yang terdiri dari para pengusaha dan eksekutif sekitar 40 persennya mengaku khawatir tentang adanya serangan virus di komputer mereka.Dalam penelitian ini, IDC mendefinisikan virus sebagai program jahat semi-mandiri, yang termasuk didalamnya virus, trojan, spyware dan program jahat lainnya.Bahaya yang mengancam juga termasuk serangan hacker yang mencoba menerobos jaringan komputer perusahaan, untuk keperluan menyalin data, melakukan serangan, menghilangkan data sampai menyabotase aset teknologi lainnya.Selain virus, ternyata 3,8 persen responden memilih ancaman terputusnya jaringan e-bisnis sebagai kekhawatiran besar dalam keberlangsungan bisnis mereka. Hal ini dianggap mengindikasikan lemahnya penetrasi pasar e-commerce di kawasan Asia Pasifik untuk bisnis skala kecil dan menengah."Tantangan utama yang dihadapi pebisnis skala kecil dan menengah di Asia Pasifik (kecuali Jepang) dalam mengadopsi teknologi nirkabel dan infrastruktur jaringan adalah keterbatasan anggaran, semakin canggihnya virus, kurangnya tenaga ahli serta bagaimana menjaga lingkungan teknologi untuk tetap diperbaharui," ujar wakil presiden IDC, Walter Lee, seperti dilansir Vnunet.com dan dikutip detikINET, Jumat (16/2/2007).Namun, Lee menambahkan, penyedia layanan dapat menjawab kekhawatiran ini dengan menerapkan harga yang lebih efektif, menawarkan solusi yang mudah dikelola dengan investasi kepemilikan yang rendah serta platform yang sudah terintegrasi.IDC juga menemukan, 46 persen para eksekutif pada perusahaan berskala menengah mengharapkan adanya peningkatan investasi pada layanan TI di perusahaan mereka untuk memperkuat teknologi yang ada, sedangkan pengusaha skala kecil yang mengharapkan hal tersebut hanya 30 persen.
(lni/ash)