Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Cybercrime Mencapai Puncaknya di 2006?

Cybercrime Mencapai Puncaknya di 2006?


- detikInet

Jakarta - Tahun 2006 disebut-sebut sebagai tahun yang penuh bahaya bagi komputer. Di satu sisi spam melonjak tajam, di sisi lain banyak piranti lunak yang berlubang. Tingkat cybercrime paling tinggi pada tahun ini adalah spam. Lebih dari 90 persen email yang dikirim pada bulan Oktober merupakan junk mail, menurut Postini, sebuah perusahaan keamanan di San Carlos, California. Volume spam pun meningkat 60 persen dalam 2 bulan terakhir.Volume spam sering dianggap sebagai barometer untuk keamanan komunitas Internet secara luas. Ini dikarenakan kebanyakan spam disebarkan melalui bot, yaitu komputer yang telah terserang virus atau worm. Menurut Gadi Evron, ahli keamanan komputer dari Beyond Security, Ada sekitar 3 sampai 4 juta bot yang aktif di Internet. "Botnet telah menjadi pasukan penggerak di balik organisasi kejahatan online, pasalnya mereka memiliki risiko yang rendah dengan potensi keuntungan yang tinggi," kata Evron seperti dikutip detikINET dari Washington Post, Selasa (26/12/2006). Evron memperkirakan kejahatan yang terorganisir meraup dana hingga US$ 2 juta tahun ini. Para pelaku kriminal juga menyiapkan bot dengan program yang dapat menyimpan dan mencuri username dan password dari komputer yang telah terjangkiti.Hal yang menarik lainnya adalah aktifitas online crime telah bergeser dari malam hari dan akhir minggu menjadi hari kerja. "Kami memantau serangan bulk datang pada hari Senin sampai Jumat, jam 9-5 waktu Amerika Serikat," kata Vincent Weafer, director of security response di Symantec. Lubang-Lubang PopulerMaraknya serangan cyber selama 2006 'didukung' dengan banyaknya lubang keamanan yang ditemukan pada berbagai piranti lunak populer. Sebagai contoh, pembuat software terbesar di dunia, Microsoft Corp., pada tahun ini telah melakukan perbaikan pada 97 lubang keamanan. Hal tersebut sangat kontras dibanding tahun 2005 yang hanya 37 perbaikan lubang keamanan. Yang lebih ironis lagi, Microsoft melakukan perbaikan lubang keamanan tersebut setelah ditembus oleh pelaku kriminal. Bukan hanya Microsoft. Pada awal Februari, pelaku cybercrime menggunakan lubang keamanan pada Winamp media player untuk menginstall spyware ketika pengguna melakukan aktifitas download. Pada bulan Desember, worm mengambil keuntungan dari media player Quick Time untuk mencuri password dari sekitar 100.000 pengguna MySpace.com."Pelaku kejahatan tidak lagi menargetkan berapa banyak mesin yang bisa dijangkiti, tetapi lebih kepada berapa lama bisa menjangkiti mesin tanpa terdeteksi." kata Weafer.Jika 2006 sudah sedemikian buruknya, bagaimana dengan 2007? Kebanyakan pengamat keamanan Internet percaya bahwa situasi di 2007 tidak akan membaik. Diperkirakan bakal ada jutaan penggangggu keamanan di 2007, terutama pada pengguna jasa-jasa online untuk perbankan dan belanja. (wsh/wsh)





Hide Ads