Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Perusahaan Telepon Seks Bobol Data Pesaing

Perusahaan Telepon Seks Bobol Data Pesaing


- detikInet

Seoul - Pemilik perusahaan telepon seks di Korea Selatan ditangkap dengan tuduhan mencuri data 8.420.000 pelanggan layanan telepon seks pesaingnya. Data itu kemudian digunakan untuk mengirimkan 100 juta pesan singkat (SMS) erotis. Penangkapan itu dilakukan oleh Cyber Terror Response Center dari Kepolisian Seoul. Mereka yang ditangkap termasuk Nam (wanita 38 tahun) dan Lee (pria 33 tahun). Lee adalah pria yang melakukan tindakan pencurian data. Menurut Kepolisian, seperti dikutip detikINET dari dongA.com, Rabu (15/11/2006), Nam dan Kang (pria 33 tahun) membiarkan Lee membobol server 67 pesaing mereka dan mencuri informasi pribadi para pelanggan. Pencurian data pribadi, seperti nomor ponsel atau nomor jaminan sosial, merupakan pelanggaran terhadap undang-undang Informasi dan Komunikasi di Korea Selatan. Pelanggaran yang dilakukan para tersangka pun diperburuk dengan tindakan mereka mengirimkan 100 juta SMS erotis untuk memancing para pelanggan menggunakan layanan telepon seks mereka. Para tersangka konon mendapat keuntungan 2,5 miliar Won (sekitar Rp 24 miliar) dari aksi tersebut. Ponsel yang digunakan untuk mengirim SMS erotis tersebut juga bermasalah. Perusahaan telepon seks itu menggunakan nama palsu untuk ponsel tersebut. Mereka pun menunggak tagihan hingga sebesar 3 miliar Won (kurang lebih Rp 29 miliar). Lee disebut menggunakan program hacking bernama X-Scan untuk membobol server pesaing. Ia melakukan pembobolan itu sebanyak 12.000 kali. Kasus ini disebut sebagai untuk pertamakalinya seorang pembobol banyak server yang melakukan pencurian informasi tertangkap di Korea Selatan. (wicak/wicak)




Hide Ads