Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AS Akui Hacker Cina Serang Departemen Perdagangan

AS Akui Hacker Cina Serang Departemen Perdagangan


- detikInet

Jakarta - Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengakui adanya serangan berat ke komputer-komputernya. Pelakunya diduga para hacker yang melancarkan serangan dari server-server Cina. Dampaknya, biro yang bertanggung jawab mengeluarkan izin ekspor terpaksa harus kehilangan akses internet selama lebih dari sebulan.Ratusan komputer harus diganti demi mensterilkan departemen tersebut dari program pengganggu seperti rootkit dan spyware. Serangan tersebut menyasar ke komputer-komputer Bureau of Industry and Security (BIS), yang ada di bawah Departemen Perdagangan yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan izin ekspor. Serangan tersebut menyebabkan padamnya akses internet pada awal September.Departemen Perdagangan mulai mengetahui serangan tersebut pada bulan Agustus. Seperti diceritakan pejabat sementara Undersecretary of Commerce Mark Foulon yang dilansir Washington Post, BIS sudah mengidentifikasi adanya usaha-usaha penyerangan yang sukses ke workstation BIS pada jam-jam tertentu di malam hari. Richard Mills, jurubicara Departemen Perdagangan mengatakan, BIS menemukan bukti bahwa serangan yang dilakukan mencoba mengakses user account. "Tapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa data BIS terganggu," ujar Richard.Ini adalah serangan besar kedua dari Cina yang diumumkan pemerintah Amerika Serikat sejak bulan Juli. Kemudian, Departemen Dalam Negeri mengatakan bahwa penyerang asal Cina telah menerobos masuk ke sistem-sistemnya yang ada di luar negeri dan di Washington. Selain itu, Inggris juga mengklaim adanya serangan dari Cina, yang menyasar ke 300 badan pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta di Inggris.Seorang pejabat yang tak ingin disebut namanya mengatakan, Departemen Perdagangan sudah memutuskan untuk mengganti komputer-komputer yang terinfeksi rootkit, bukan berusaha membersihkannya. (ketepi/ketepi)





Hide Ads