Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Istana Minta Account Friendster SBY Diturunkan

Istana Minta Account Friendster SBY Diturunkan


- detikInet

Jakarta - Sebuah account mengatasnamakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul di jaringan www.friendster.com dan www.yahoo.com. Meski isinya 'aman' saja, pihak Istana Kepresidenan minta pengaku SBY itu menghapus account itu. "Mungkin saja maksudnya (si pembuat) baik, tapi itu tidak sah. Kami minta supaya itu dihentikan segera untuk menghindari informasi keliru dan hal-hal tidak diinginkan yang mengganggu," kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng pada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (24/8/2006). Account 'SBY' menggunakan nama Presiden RI di friendster, dengan alamat surat elektronik susilobambang_y@yahoo.com. Pada bagian profil, diketahui keduanya 'lahir' pada November 2004. Tapi baru siang ini keberadaannya disadari. Menindaklanjuti temuan itu, sejumlah pakar TI telah dimintakan konsultasinya. Hasilnya sebuah pesan elektronik telah dikirimkan ke melalui dua account di atas yang isinya meminta 'SBY' menghentikan aksinya menggunakan nama SBY untuk alamat e-mail dan berbagai urusan lainnya."Kalau ada orang mengaku sebagai Anda, lalu membuat situs mengatasnamakan Anda padahal Anda sendiri tak tahu menahu segala macam, rasanya bagaimana? Silakan jawab sendiri," jawab Mallarangeng atas pertanyaan apakah Presiden SBY merasa dirugikan oleh 'SBY'. Friendster Presiden RI adalah data-data pribadi SBY (yang asli) dan berikut curriculum vitae-nya. Pada bagian hobbies> dan activities tertulis; "take care, lead, arrange this country to be Aman, Adil, Sejahtera". Pada favourite musics; pop, keroncong dan semua musik yang nyaman. Tapi yang membuat Istana Kepresidenan khawatirkan adalah bagian testimony. Sudah cukup banyak anggota friendster lain yang kirimkan pesan, pertanyaan dan kritikan atas kebijakan pemerintah. Semuanya telah dibalas oleh 'SBY' dengan jawaban yang 'aman' dalam tutur bahasa normatif. Rasanya tidak ada yang salah pada bagian tersebut. Tapi siapa yang bisa menjamin kelak 'SBY' tidak salah omong? (wicak/)






Hide Ads