'Hari Ini Bjorka Kasih Pelajaran ke Pejabat Pemerintah'

ADVERTISEMENT

'Hari Ini Bjorka Kasih Pelajaran ke Pejabat Pemerintah'

Anggoro Suryo - detikInet
Selasa, 13 Sep 2022 16:45 WIB
Dunia internet tengah dihebohkan dengan kemunculan Bjorka, hacker yang diduga meretas situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Cek informasinya.
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Di balik tersebarnya data sejumlah pejabat tinggi Indonesia, ada sisi lain yang tersimpan dari aksi hacker Bjorka. Pejabat bisa memahami perasaan rakyat yang datanya bocor.

Menurut Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, sisi lain itu adalah agar para pejabat pemerintah bisa merasakan datanya bocor dan bisa dieksploitasi oleh siapa pun. Kebocoran data adalah hal yang buruk dan kini para pejabat pemerintah bisa merasakannya langsung dan memahami perasaan rakyat yang mengalaminya juga.

"Hari ini Bjorka kasih pelajaran ke pejabat pemerintah, apa rasanya jadi masyarakat yang data kependudukannya bocor dan dieksploitasi," jelas Alfons saat dihubungi detikINET, Selasa (13/9/2022).

Dengan bocornya data pejabat tersebut, diharapkan pemerintah bisa sadar dan mulai memproteksi data yang selama ini seenaknya saja diumbar.

Meski data yang diumbar terlihat sepele, Alfons menegaskan kalau data-data ini jika digabungkan bisa menjadi sesuatu yang mengerikan.

"Masukkan nama lengkap dapat data kependudukan beserta nomor telepon. Lalu digabungkan dengan dengan data pendaftaran kendaraan bermotor yang juga bocor, maka sekalian dapat orang itu punya mobil apa saja," tambahnya.

Nantinya jika data tersebut digabungkan dengan data kesehatan, menurut Alfons bukan tak mungkin riwayat kesehatan orang yang datanya dibocorkan ini pun bisa tersebar ke publik.

Alfons pun mengibaratkan kebocoran data ini seperti sejumlah lagu dan dikompilasikan menjadi album baru. Jadi datanya berasal dari beberapa kebocoran yang ada di Indonesia yang dikumpulkan.

"Dia melakukan beberapa peretasan, tetapi doxing yang dilakukannya merupakan kumpulan dari berbagai kebocoran data di Indonesia," kata Alfons.

Mencari dan berusaha menangkap Bjorka, menurut Alfons, memang adalah hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah namun bukan langkah yang paling penting. Menurutnya yang lebih penting justru untuk memperbaiki diri dan menerapkan standar pengelolaan data yang baik. Bjorka barulah satu nama dari sekian banyak hacker dengan niat jahat di dunia siber.

"Andaikan kamu berhasil tangkap Bjorka tetapi tidak membenahi pengelolaan data yang amburadul, besok lusa akan muncul Bjorka lain lagi," pungkasnya.

"Tapi kalau yang dibenahi adalah institusi yang mengelola data dan memperbaiki cara pengelolaan datanya sesuai standar yang baik ISO 27001, ISO 27701, NIST Framework, maka data tidak bocor dan Bjorka otomatis akan meredup," tutup Alfons.

[Gambas:Youtube]



(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT