Meningkatkan Keamanan Digital dengan Password yang Kuat

ADVERTISEMENT

Meningkatkan Keamanan Digital dengan Password yang Kuat

Anggoro Suryo - detikInet
Minggu, 10 Jul 2022 21:35 WIB
Insikt Group: Hacker yang Disponsori Pemerintah Cina Targetkan Asia Tenggara dan Indonesia
Foto: DW (News)
Jakarta -

Dengan semakin banyaknya kejahatan digital yang terjadi, salah satu cara menghindarinya adalah dengan menggunakan password yang kuat.

Hal itu dikatakan oleh Deny Yudiantoro, Dosen Bisnis dan Marketing UIN SATU serta Relawan TIK Tulungagung dalam Webinar "Menjadi Daerah Pintar di Era Digital" yang merupakan bagian dari program Indonesia Makin Cakap Digital dari Kominfo dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Rabu (6/7) lalu.

Deny membawakan satu sesi dengan menjelaskan kejahatan yang sering terjadi di dunia digital, yakni pengelabuan (phishing) dan penipuan (scam) lalu diikuti contohnya, seperti peretasan akun, impersonansi, modus percintaan, dan lain sebagainya.

Untuk menghindari hal tersebut, maka Deny tidak lupa menjabarkan tips aman dalam bermedia digital, salah satunya yakni dengan memastikan penjualnya terpercaya dan belanja dari tempat yang terpercaya pula.

"Gunakan password yang kuat, jangan gampang diingat orang apalagi Anda menyesuaikan dengan tanggal lahir di KTP. Ingat, ketidaknyamanan berbanding lurus dengan keamanan. Apalagi Anda tidak nyaman dengan kombinasi karakter dalam password Anda, maka dipastikan akun-akun Anda akan tidak aman," pesan Deny.

Acara ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Acara yang dipandu Abi Satria selaku moderator tersebut mengambil tema "Menjadi Daerah Pintar di Era Digital." Narasumber dalam acara tersebut adalah Dosen Magister Ilmu Komunikasi Budi Luhur Denik Iswardani Witarti; Dosen Bisnis dan Marketing UIN SATU serta RTIK Tulungagung Deny Yudiantoro; dan Citra Rani Angga Riswari selaku Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo dan Creative Project Dignity Picture.

Dalam webinar tersebut juga ada Dosen Magister Ilmu Komunikasi Budi Luhur Denik Iswardani Witarti, yang menekankan pentingnya wawasan kebangsaan agar Indonesia dapat makin diketahui oleh masyarakat luar.

Materi dilanjutkan oleh Denik dengan membicarakan kompetensi budaya bermedia digital, dimana pengetahuan dasar akan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dijadikan sebagai landasan kecakapan digital dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya sebagai ingatan, tetapi harus mewujudkannya di media digital, misalnya dengan menjadi pelaku penyebar kebudayaan menggunakan platform di dunia digital.

Denik mengatakan, "Ada hak yang membatasi hak kita yaitu hak orang lain. Ini yang suka kita lupa karena ini merupakan akun saya dan gadget saya. Namun apabila kita bermain gadget, maka kita akan masuk ke ruang digital, dimana orang lain dapat melihatnya. Oleh karena itu, hak kita dibatasi dengan hak orang lain".

Sesi webinar terakhir ditutup oleh Citra Rani Angga Riswari, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo. Citra menuturkan bahwa ruang digital merupakan sarana berkreasi dan mengekspresikan karya seni. Namun hal ini diikuti dengan masalah-masalah seperti menipisnya tingkat apresiasi dari pengguna media sosial terhadap sebuah karya serta kerap munculnya pembajakan, boikot, perundungan, dan ungkapan kebencian.

"Selain pembajakan, ada perundungan juga yang marak di dunia maya. Perundungan adalah tindakan agresif dari seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah secara fisik maupun mental dengan menggunakan media digital. Kemudian, hal ini dapat memunculkan rasa takut si korban, bahkan dapat terjadi kekerasan fisik di dunia nyata atau offline," tambahnya.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.



Simak Video "BMKG Bentuk Tim Keamanan Siber CSIRT"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT