AS dkk Hajar Jaringan Hacker Rusia

AS dkk Hajar Jaringan Hacker Rusia

Anggoro Suryo - detikInet
Sabtu, 18 Jun 2022 21:40 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Gabungan penegak hukum dari Amerika Serikat, Belanda, Inggris, dan Jerman menghajar jaringan perangkat IoT yang dimanfaatkan oleh hacker Rusia untuk melakukan aktivitas ilegal.

Jaringan perangkat yang disalahgunakan tersebut, lazim disebut botnet, dikenal dengan nama RSOCKS botnet. Ada jutaan perangkat komputer dan berbagai perangkat lain yang berlokasi di seluruh dunia yang dijadikan botnet, termasuk perangkat IoT seperti router, kunci pintu otomatis, dan sejenisnya.

Pengguna RSOCKS membayar biaya sewa antara USD 30 sampai USD 200 perharinya untuk mengalihkan aktivitas internet terlarang melalui bermacam perangkat tersebut. Tujuannya untuk menyembunyikan lokasi pelaku, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (18/6/2022).

"Kami percaya kalau pengguna dari layanan proxy ini melakukan serangan berskala besar terhadap layanan otentikasi, juga dikenal sebagai credential stuffing, dan menyembunyikan identitasnya saat mengakses akun media sosial yang mereka retas, atau mengirimkan email berbahaya seperti yang berisi pesan phishing," jelas juru bicara Kementerian Hukum AS.

Sejumlah perusahaan besar, baik publik maupun swasta, sudah menjadi korban dari RSOCKS, termasuk universitas, hotel, stasiun televisi, perusahaan pembuat perangkat elektronik, dan lain sebagainya.

Sebelumnya ada juga malware bikinan hacker Rusia bernama Cyclops Blink yang mengincar perangkat router, yaitu jajaran produk router dari Asus.

Cyclops Blink adalah malware yang sudah beredar sejak 2019, dan malware ini terkait dengan sindikat hacker elit Sandworm, yang diduga punya kaitan dengan pemerintah Rusia.

Menurut National Cyber Security Center (NCSC) Inggris, malware ini awalnya mengincar perangkat WatchGuard Firebox, dan juga terkait dengan ransomware NotPetya, yang menyebabkan kerugian miliaran dolar sejak menyebar ke banyak negara pada Juni 2017, juga malware BlackEnergy yang ada di balik serangan ke pembangkit listrik Ukraina pada 2015 lalu.



Simak Video "Cara Melindungi HP dari Serangan Hacker "
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)