Work From Home Butuh Benteng Keamanan Siber, Jangan Anggap Remeh!

Work From Home Butuh Benteng Keamanan Siber, Jangan Anggap Remeh!

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 06 Jun 2022 21:46 WIB
Shot of a businesswoman talking on her cellphone while using her laptop
Foto: Getty Images/shapecharge
Jakarta -

Kendati Work From Home (WFH) alias kerja dari rumah mulai berkurang seiring membaiknya situasi pandemi. Perusahaan masih bisa menerapkan sistem kerja tersebut, tentunya didukung keamanan remote working.

Solusi ini hadir setelah Virtus, penyedia solusi infrastruktur IT sekaligus anak perusahaan CTI menjalin kemitraan dengan CrowdStrike, perusahaan solusi keamanan endpoint berbasis cloud-delivered.

Sebagai informasi, keamanan endpoint atau proteksi endpoint adalah metode keamanan siber untuk melindungi desktop, laptop, perangkat IoT, dan perangkat yang berkomunikasi dengan jaringan pusat lainnya dari ancaman serangan siber.

"Banyak orang masih berfokus pada serangan malware saja, padahal penyerang terus berevolusi. Mereka sekarang menggunakan teknik tanpa file yang dengan mudah melewati antivirus dan bisa terlihat seperti user yang sah untuk mencuri kredensial," ujar Direktur Virtus, Christian Atmadjaja dalam siaran pers, Senin (6/6/2022).

Menurut laporan dari Crowdstrike Global Threat Report 2020, lanskap ancaman yang kini dihadapi oleh bisnis sekitar 49% itu malware dan 51% lainnya non-malware berupa hacktivist, kejahatan siber, kriminal yang terorganisir, serangan internal, penyalahgunaan privileged account, hingga kejahatan yang sulit dicegah karena dilindungi dan dikoordinasi oleh negara.

"Untuk melawan peningkatan ancaman itu, banyak perusahaan menambahkan lebih banyak produk dari berbagai merek yang berbeda ke tumpukan solusi keamanan yang ada, yang justru meningkatkan biaya dan kompleksitas lingkungan mereka, sehingga muncul alasan ketiga yaitu solution complexity atau solusi yang terlalu kompleks," kata Christian.

Didukung oleh CrowdStrike Security Cloud, CrowdStrike Falcon Platform memanfaatkan indikator serangan secara real-time, threat intelligence, dan telemetri yang diperkaya untuk kemampuan deteksi berakurasi tinggi, sehingga dapat melindungi serta perbaikan otomatis akan ancaman.

"CrowdStrike mengamankan area paling kritis dari perusahaan, yaitu endpoint dan beban kerja cloud, identitas, serta data, untuk menjaga pelanggan tetap selangkah lebih depan dari ancaman terbaru dan menghentikan serangan," pungkasnya.



Simak Video "PPKM Belum Berakhir-Anjuran WFH Selama Sepekan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)