Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Virus & Malware
StarOffice Dijangkiti Virus 'Stardust'
Virus & Malware

StarOffice Dijangkiti Virus 'Stardust'


- detikInet

Jakarta - Sebuah virus kedapatan mengeksploitasi aplikasi kantoran StarOffice. Konon, ini merupakan virus pertama yang menyerang StarOffice, termasuk OpenOffice.org. Oleh Kaspersky virus ini dijuluki 'Stardust'.Namun sampai sejauh ini, Stardust belum digiatkan untuk menginfeksi komputer. Menurut Senior Research Engineer Kaspersky Lab Roel Schouwenberg, diduga virus ini dibuat oleh seorang hacker belasan tahun.Stardust, menurut Schouwenberg, memanfaatkan macro untuk menyerang sederetan aplikasi kantoran dari Sun Microsystems. Padahal, masih menurut Schouwenberg, virus memakai macro sudah jarang beredar.Macro bisa dipakai untuk mengotomatkan task tertentu di sebuah dokumen, semisal untuk perhitungan berulang di aplikasi spreadsheet. Seperti yang dipaparkan di blognya, virus macro biasanya sering menjangkiti aplikasi Microsoft Office.Menginfeksi TemplateUmumnya virus memakai macro untuk menginfeksi template. Disisipi di dokumen StarOffice, Stardust sedianya akan menjangkiti semua template dan menulari dokumen lain yang dibuka."Jika pengguna membuka dokumen yang sudah terinfeksi Stardust, maka setiap dokumen teks StarOffice berekstensi ".sxw" atau template dokumen berekstensi ".stw" akan terinfeksi," jelas Schouwenberg, seperti dilansir detikINET dari pcworld, Kamis (1/06/2006).Jika salah satu dari dokumen tersebut dibuka, virus akan menyuguhkan sebuah gambar 'dewasa' yang di-hostkan di server tripod.com, sebuah layanan hosting situs dari Lycos.Sampai sejauh ini, menurut Schouwenber, Stardust masih merupakan sebuah proof-of-concept (bukti konsep). Disebutkan lagi, kode virus memakai API (application programming interface)."Virus ini masih proof-of-concept. Tapi dengan mengutak-atik sedikit saja, kode tersebut bisa saja dimodifikasi untuk menjangkiti paket open source OpenOffice 2.0," tandas Schouwenberg. (dwn) (dewidya/)




Hide Ads