Hacker Rusia Dijegal Microsoft

Hacker Rusia Dijegal Microsoft

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 09 Apr 2022 04:05 WIB
NEW YORK, NY - MAY 2: The Microsoft logo is illuminated on a wall during a Microsoft launch event to introduce the new Microsoft Surface laptop and Windows 10 S operating system, May 2, 2017 in New York City. The Windows 10 S operating system is geared toward the education market and is Microsofts answer to Googles Chrome OS. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Microsoft mengklaim sukses menggagalkan aksi peretasan terhadap target di Ukraina, Uni Eropa dan Amerika oleh mata-mata militer Rusia.

Dalam postingan blog resminya, Microsoft menyebut hacker itu bernama Strontium dan menggunakan tujuh domain berbeda sebagai usahanya untuk memata-matai badan pemerintah di Uni Eropa dan Amerika Serikat, termasuk bermacam institusi di Ukraina.

Strontium ini adalah julukan yang diberikan oleh Microsoft ke geng hacker yang sebenarnya lebih tenar dengan sebutan Fancy Bear atau APT28, yaitu geng hacker yang disebut punya keterikatan dengan badan intelijen militer Rusia.

"Kami baru-baru ini menemukan serangan yang menargetkan entitas Ukraina dari Strontium, aktor (hacker) Rusia yang terkoneksi dengan GRU (badan intelijen Rusia) yang sudah kami pantau selama bertahun-tahun," tulis Microsoft dalam postingan blog resminya seperti dilihat, Sabtu (8/4/2022).

"Minggu ini kami berhasil mengagalkan sejumlah serangan Strontium yang menyerang target di Ukraina. Pada Rabu (6/4) kami mendapat izin pengadilan untuk mengambil alih tuju domain internet yang dipakai Strontium untuk serangan ini," tambah perusahaan asal Redmond, Washington ini.

Dengan diambilalihnya domain tersebut, Microsoft bisa mengarahkan domainnya ke 'lubang pembuangan' yang dikontrol oleh Microsoft, yang membuat mereka bisa memitigasi dan memantau penggunaan domain ini oleh Strontium, juga memberi peringatan ke korban serangan sebelumnya.

Strontium disebut menggunakan domain ini untuk menyerang berbagai institusi di Ukraina, termasuk perusahaan media. Mereka juga menyerang institusi pemerintahan dan juga think tank di Amerika Serikat serta Uni Eropa.

Microsoft mengklaim sudah memantau pergerakan Strontium sejak 2016, termasuk mengambil berbagai langkah hukum dan teknis untuk menyita infrastruktur yang dipakai Strontium.

Simak Video 'Bertubi-tubi Sanksi Jepang Untuk Rusia Agar Hentikan Invasi':

[Gambas:Video 20detik]



(asj/fay)