Mengenal TAG, Satpam Cyber Andalan Google

Mengenal TAG, Satpam Cyber Andalan Google

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 19 Mar 2022 18:27 WIB
MILAN, ITALY - NOVEMBER 06:  A general view of atmpsphere during the IF! Italians Festival at Franco Parenti Theater on November 6, 2015 in Milan, Italy.  (Photo by Pier Marco Tacca/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Dengan berbagai produk yang dimiliki, Google tentu perlu menjaga keamanannya sendiri dan juga penggunanya. Untuk itulah mereka punya 'satpam siber' yang bernama Threat Analysis Group (TAG).

Misi yang diemban Threat Analysis Group (TAG) Google cukup menantang, yaitu memahami dan melawan peretasan yang membidik pihak-pihak tertentu dan peretasan yang didukung pemerintah serta ancaman-ancaman yang dilakukan secara daring terhadap Google dan pengguna.

Tugas utama TAG adalah mendeteksi dan menggagalkan ancaman, lalu juga memperingatkan pengguna dan pelanggan yang jadi calon target. Cakupan bermacam, termasuk menjaga keamanan Gmail, Drive, dan YouTube.

Tim TAG ini bekerja secara global dan setidaknya ada 270 kelompok hacker yang diawasi, termasuk kelompok hacker yang didukung pemerintah, di lebih dari 50 negara.

Kelompok-kelompok ini memiliki banyak tujuan, termasuk mengumpulkan data intelijen, mencuri hak kekayaan intelektual, menyasar pembangkang dan aktivis, melakukan serangan terhadap dunia maya yang dapat merusak, atau menyebarkan disinformasi secara terkoordinasi.

Mereka pun menggunakan data intelijen yang dikumpulkan untuk menyetop aktivitas malware dan juga phishing yang mengancam infrastruktur Google serta penggunanya.

Salah satu bentuk peringatan yang dikeluarkan TAG adalah jika mereka mendeteksi adanya upaya phishing yang disponsori negara ke penggunanya. Penggunanya ini biasanya ditargetkan melalui email, dan upaya phishing tersebut dilakukan untuk mendapatkan data pribadi, seperti kata sandi atau informasi pribadi lain yang nantinya akan dipakai untuk membajak akun target.

Selain itu TAG juga menjadi salah satu cara Google menyetop penyebaran jaringan disinformasi yang menggunakan layanannya untuk menyebarkan disinformasi tersebut.

Banyaknya produk Google yang harus ditangani ini dianggap Shane Huntley, bos TAG, saat berbicara ke media pada Jumat (18/3) sebagai sebuah keuntungan. Pasalnya saat mereka menemukan adanya ancaman, informasi tersebut disebarluaskan dan diterapkan di berbagai produk Google.



Simak Video "Anak Google di Rusia Terancam Bangkrut"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)