Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Serangan Spyware via Keylogger Makin Ganas

Serangan Spyware via Keylogger Makin Ganas


- detikInet

Jakarta - Serangan spyware via keylogger sepertinya makin ganas saja. Dalam 12 bulan terakhir, jumlah perusahaan yang diserang spyware meningkat hampir setengahnya. Setidaknya demikian hasil studi yang baru-baru ini digelar Websense.Tak hanya itu, 17% perusahaan dengan lebih dari 100 orang karyawan, mengaku memiliki spyware seperti keylogger di jaringan perusahaan mereka."Pertumbuhan keylogger tumbuh hampir 50%," tutur Joel Camissar, Manajer Internet Security Specialist Websense, seperti diberitakan zdnet dan dikutip detikINET, Kamis (18/5/2006).Camissar menambahkan, spyware tetap merajalela meski perusahaan punya antivirus, anti-spyware dan firewall terbaik sekalipun.Spyware saat ini dianggap sebagai masalah keamanan yang makin serius. Federal Trade Commission Amerika Serikat bahkan berjanji untuk mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang menyebarkannya. Spyware menyebar tanpa sepengetahuan pemilik komputer. Diam-diam software spyware diinstal, terkadang via keylogger, guna memata-matai dan merekam kebiasaan online pengguna Internet."Salah satu sebab maraknya pertumbuhan spyware di perusahaan adalah meningkatnya jumlah toolkit pembuat spyware yang dijual online," papar Camissar, merujuk pada penelitian yang digelar Websense bersama Anti-Phishing Working Group awal tahun ini.Camissar menambahkan pada April 2005 saja, ada 77 aplikasi unik yang dikerahkan untuk mencuri password. Di Maret 2006, berdasarkan laporan terakhir, jumlahnya naik drastis menjadi 197 aplikasi.Demikian halnya dengan situs yang menyembunyikan keylogger, naik dari 260 situs di bulan April 2005 menjadi 2.157 situs pada Maret 2006. "Kenaikannya hampir 10 kali lipat," tandas Camissar.Dari survei juga terungkap bahwa perusahaan banyak yang tidak yakin staf mereka bisa membedakan mana situs yang asli dan mana situs phishing. Sekedar informasi, situs phishing biasanya tampil dengan outlet yang mirip dengan perusahaan aslinya. Phishing berupaya memperdaya korbannya untuk membeberkan informasi pribadi mereka. (dwn)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Pengisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.) (dewidya/)





Hide Ads
LIVE