Satelit Internet di Eropa Diretas, Diduga Terkait Perang Ukraina

Satelit Internet di Eropa Diretas, Diduga Terkait Perang Ukraina

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 07 Mar 2022 11:26 WIB
Roket Falcon 9 SpaceX membawa satelit internet Starlink
Foto: Space.com
Jakarta -

Sejumlah negara di Eropa terkena serangan siber berskala besar yang menyebabkan putusnya koneksi internet di beberapa tempat.

Serangan siber itu menimpa penyedia jaringan internet satelit bernama Viasat, yang beroperasi di sejumlah negara di Eropa termasuk Ukraina. Sejak Rusia menginvasi Ukraina beberapa waktu lalu, operator asal Amerika Serikat memang sudah mengalami beberapa gangguan di jaringannya.

Viasat menyebut perangkat terminal milik penggunanya yang berlokasi Eropa Timur dan Tengah rusak karena disabotase. Sementara Spiegel, majalah mingguan asal Jerman, menyebut kalau gangguan ini diduga ada hubungannya dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Akibat serangan siber ini, pemakai layanan internet berbasis satelit KA-SAT ini tak bisa mengakses internet. Para pengguna pun diminta untuk tak memperbarui software modemnya yang terhubung ke jaringan Viasat, karena diduga bisa merusak modem tersebut secara permanen.



Dampak serangan ini tak cuma buat konsumen biasa, karena jaringan internet satelit Viasat itu juga dipakai di sejumlah pembangkit listrik tenaga angin di Jerman. Setidaknya ada tiga turbin angin yang terhubung ke internet menggunakan Viasat.

Kini tiga turbin angin tersebut tak bisa dipantau dan dikontrol secara remote. Untungnya, turbin tersebut tetap beroperasi dan bisa menghasilkan listrik, demikian dikutip detikINET dari Techtimes, Senin (7/3/2022).

Modus penyebaran malware lewat pembaruan software menunjukkan kalau serangan siber ini dilakukan oleh profesional, dan punya tujuan yang jelas -- bukan motif ekonomi --, seperti mengganggu koneksi internet di area tertentu.

Layanan Viasat ini sama dengan layanan Starlink yang ditawarkan oleh SpaceX. Elon Musk, bos SpaceX, sebelumnya juga mengirimkan satu truk berisi perangkat terminal untuk mengakses jaringan Starlink ke Ukraina.

Kemudian ia memperingatkan kalau warga Ukraina yang memakai layanan Starlink harus berhati-hati, karena itu adalah satu-satunya layanan internet non Rusia yang tersisa di Ukraina.

[Gambas:Youtube]


*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.

Simak Video 'Presiden Ukraina Sebut Invasi Rusia Pembunuhan: Tuhan Tak Akan Ampuni!':

[Gambas:Video 20detik]



(asj/fay)